Meski Tak Masuk Kategori B3, Penghasil Limbah FABA Tetap Wajib Mengelolanya

Klikhijau.com – Limbah abu batubara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), dikeluarkan dari kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22...

Meski Tak Masuk Kategori B3, Penghasil Limbah FABA Tetap Wajib Mengelolanya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Limbah abu batubara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), dikeluarkan dari kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan.

Keputusan ini telah menuai polemik, mengingat limbah FABA ditengarai mengandung zat berbahaya yang berpotensi mencemari lingkungan.

Meski demikian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  menegaskan, penghasil limbah FABA tetap memiliki kewajiban untuk dikelola hingga memenuhi standar dan persyaratan teknis yang ditetapkan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati menekankan hal ini pada Media Briefing secara telekonferensi (15/3/2021) ).

Vivien mengatakan, pembakaran batubara di PLTU yang temperatur tinggi menyebabkan FABA dapat digunakan sebagai bahan bangunan, subtitusi semen, jalan, tambang bawah tanah atau pertambangan bawah tanah serta restorasi tambang.

Menurut Vivien, sejauh ini sistem pembakaran batubara di kegiatan PLTU dilakukan pada temperatur tinggi, sehingga kandungan karbon yang tidak terbakar di dalam FABA menjadi minimum dan lebih stabil saat disimpan.

Sedangkan pada proses pembakaran batubara di industri lain, dengan stoker boiler dan atau tungku industri yang digunakan untuk pembuatan steam dengan temperatur rendah, limbah FABA yang dihasilkan merupakan limbah B3 yaitu Fly Ash kode limbah B409 dan Bottom Ash kode limbah B410.

Uji coba pernah dilakukan

Hasil data dari uji coba terhadap FABA PLTU, yang dilakukan oleh KLHK tahun 2020 menunjukkan bahwa PLTU FABA masih di bawah baku mutu karakter berbahaya dan beracun.

Hasil uji karakterisitik menunjukkan bahwa FABA PLTU tidak menyala dan tidak mudah meledak, suhu pengujian adalah di atas 140 derajat Fahrenheit.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2