Meresepi Manfaat Olahan Kakao dan Cokelat untuk Kesehatan
Klikhijau.com – Kesehatan manusia seharusnya menjadi prioritas pada setiap produk yang produksi. Termasuk dalam pengolahan biji kakao dan cokelat. Kesehatan manusia sudah selayaknya menjadi priori...
Klikhijau.com – Kesehatan manusia seharusnya menjadi prioritas pada setiap produk yang produksi. Termasuk dalam pengolahan biji kakao dan cokelat. Kesehatan manusia sudah selayaknya menjadi prioritas utamanya. Tak hanya untuk keuntungan semata.
Apalagi biji kakao dan cokelat memiliki potensi yang besar untuk mendongkrak dan menjaga kesehatan manusia. Produk olahan kakao dan cokelat telah lama digunakan oleh masyarakat di Amerika Tengah dan Eropa, yakni sejak tahun 1600-1700-an sebagai metode pengobatan.
Dan seiring waktu, berkembang konsep bahwa minuman hasil produk olahan kakao dan cokelat mempunyai keunggulan terhadap kesehatan manusia diterima secara luas kira-kira tahun 1850-1900-an.
Cokelat dibuat dari biji kakao, atau lebih tepatnya biji dari pohon kakao. Tanaman ini menghasilkan buah-buahan besar seperti polong, masing-masing mengandung 20–60 biji yang dikelilingi oleh bubur putih yang manis dan asam.
[irp]
Di Indonesia produksi kakao berdasarkan data Program Gerakan Nasional (Gernas) 2012, Indonesia memiliki sentra perkebunan kakao yang tersebar di beberapa provinsi antara lain: Sulawesi 63,8%, Sumatera 16,3%, Jawa 5,3%, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali 4,0%, Kalimantan 3,6%, Maluku dan Papua 7,1% (Radot Manalu dalam Osakabe et al., 2018).
Hanya saja produksi kakao di Indonesia semakin tahun semakin menurun. Padahal kakao memiliki potensi bagi kesehatan manusia. Biji kakao mengandung senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Polifenol golongan flavonoid terutama katekin dan epikatekin adalah komponen utama dalam biji kakao
Senyawa monomer flavanol terutama epikatekin pada kakao memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan. Kandungan senyawa polifenol dalam biji kakao dan produk kokoa yang memiliki sifat antioksidan atau menyehatkan lainnya membuatnya berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk minuman cokelat yang menyehatkan (Puspita Sari1, Eksi Utari , Yhulia Praptiningsih, dan Maryanto, 2015
Agus Sudibyo (2012) dalam penelitiannya yang berjudul Peran Cokelat Sebagai Produk Pangan Derivat Kakao yang Menyehatkan menjelaskan jika biji kakao dan cokelat memiliki potensi yang baik bagi kesehatan manusia, sekaligus membawa dampak buruk:
[irp]
-
Kaya anti oksidan
-
Menurunkan tekanan darah dan memperkuat aliran darah
-
Anti kanker
-
Mencegah diabetes
-
Menjaga sistem kekebalan tubuh
-
Menyebabkan anak hiperaktif
-
Menyebabkan reaksi alergi
-
Menyebabkan migrain