Menulis Cerita Membuat Anak Terhubung Lebih Kuat dengan Lingkungan

Klikhijau.com - Menulis cerita memiliki banyak manfaat tak terduga bagi anak-anak. Satu diantaranya adalah dapat membuat anak-anak memperoleh hubungan yang lebih kuat dengan lingkungan. Manfaat itu...

Menulis Cerita Membuat Anak Terhubung Lebih Kuat dengan Lingkungan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Menulis cerita memiliki banyak manfaat tak terduga bagi anak-anak. Satu diantaranya adalah dapat membuat anak-anak memperoleh hubungan yang lebih kuat dengan lingkungan.

Manfaat itu ditemukan oleh sebuah studi baru yang dipimpin oleh University of York.

Penelitian tersebut difokuskan pada masalah sampah plastik di negara-negara Amerika Latin di sepanjang Samudera Pasifik.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Marine Pollution Bulletin. Untuk mengetahui seberapa efektif kegiatan menulis cerita dan hubungannnya dengan lingkungan. Para ahli memulai dari kegiatan menulis cerita yang dapat memengaruhi persepsi anak-anak tentang sampah plastik, serta bagaimana perilaku mereka dapat terpengaruh.

“Unsur kunci dari proyek kami adalah memeriksa tanggapan anak-anak terhadap kuesioner yang mereka selesaikan sebelum dan sesudah menulis cerita ini,” kata rekan penulis studi Dr. Kayleigh Wyles.

“Kami menemukan bahwa pengetahuan mereka tentang topik tersebut meningkat dan mereka menjadi lebih proaktif, karena mereka dilaporkan melakukan lebih banyak tindakan pro-lingkungan sesudahnya," tambahnya.

Diminta berimajinasi

Anak-anak diminta untuk berimajinasi tentang barang-barang sampah yang biasa ditemukan di pantai, seperti sedotan dan kantong plastik. Mereka kemudian diinstruksikan untuk membayangkan bagaimana barang-barang ini berakhir di pantai.

Proyek penulisan menunjukkan bahwa anak-anak lebih cenderung memikirkan cara mencegah sampah memasuki lingkungan, daripada hanya membersihkannya.

Menurut para peneliti, solusi paling populer yang diusulkan dalam cerita tersebut adalah daur ulang dan pembuangan sampah yang memadai.

Secara keseluruhan, hampir 90 anak berusia antara 10 dan 18 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini dari negara-negara di sepanjang pantai Pasifik, termasuk Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Meksiko, Panama, dan Peru.

Estelle Praet, penulis utama studi mengatakan, cerita menawarkan cara baru dan berbeda untuk mengeksplorasi apa yang orang yakini dan bagaimana mereka memandang dan memahami lingkungan mereka, termasuk dalam penelitian ini, sampah plastik laut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2