Menuju Pameran "Spirit Leang-leang" 2026, Seniman Makassar Jelajahi Karya Prasejarah

Klikhijau.com - Saat tahun baru masih membawa harapan, saya bersama tiga (3) seniman Makassar memilih untuk menyelami akar sejarah seni rupa dunia melalui eksplorasi di Situs Leang-Leang Maros (4/1/20...

Menuju Pameran "Spirit Leang-leang" 2026, Seniman Makassar Jelajahi Karya Prasejarah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Saat tahun baru masih membawa harapan, saya bersama tiga (3) seniman Makassar memilih untuk menyelami akar sejarah seni rupa dunia melalui eksplorasi di Situs Leang-Leang Maros (4/1/2026). Dari tempat inilah jejak pertama seni rupa tercatat dan kini oleh seniman perupa disebut sebagai "titik nol seni rupa dunia".

Dalam kegiatan tersebut, tiga orang yang berkhidmat pada seni rupa yaitu Achmad Fauzi, Alan Tola, Asman Djasmin, dan saya sendiri Wahyuddin Yunus, bersama merangkai rekan sejawat sebagai seniman, kurator, penulis, serta perjalanan riset, menghabiskan sepersekian waktu melukis bersama, berdiskusi, dan menggali inspirasi dari karya prasejarah yang mengukir kehidupan manusia purba.

Jejak Leang-Leang dalam perjalanan seni rupa Makassar sangat fundamental. Dari lukisan di gua prasejarah menunjukkan bagaimana nenek moyang kita sudah memiliki kemampuan visualisasi dan simbolisme jauh sebelum seni gua Eropa. Temuan oleh arkeolog menjadi penanda sejarah seni turut membuktikan kemampuan ekspresi artistik manusia pada masa lampau di Sulawesi Selatan.

Di antara dinding gua, seniman Asman punya pandangan, bahwa lukisan di Leang Leang tak sekadar bercerita tentang masa lalu. Kisahnya turut menafasi bagaimana seni mengalir dalam jejak kehidupan manusia masa lampau.

"Kita datang bukan hanya untuk melihat bekas masa lalu, melainkan untuk merasakan bagaimana seni telah mengalir sebagai darah kehidupan manusia sejak zaman dahulu," ujar Asman Djasmin.

[irp]

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: