Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Menuai Sampah dalam Hujan

Sumur Ayah   orang-orang bertanya ke mana sumur di kebun ayah menghilang? aku berlari ke rumah berteriak memanggil ayah dari luar ayah keluar, mendongak saja di pintu ada apa? tany...

Oleh Irhyl R Makkatutu 27 Aug 2022 23:57 2 menit baca

Sumur Ayah

  orang-orang bertanya ke mana sumur di kebun ayah menghilang? aku berlari ke rumah berteriak memanggil ayah dari luar ayah keluar, mendongak saja di pintu ada apa? tanyanya aku menarik napas sumur, sumur ada apa dengan sumur? ke mana sumur ayah di ladang? tanyaku ayah garuk kepala sudah mengering saat bambu betung habis ditebang, katanya ia melangkah masuk ke dapur aku berlari menemui orang-orang yang bertanya sumur itu hilang di tangan manusia, kataku orang-orang bubar sambil tepuk tangan Kindang, Agustus 2022 [irp]

Kepada Pembuat Gula Aren

  pagi tiba tergesa di matamu bergegas kau dalam gigil terobos kabut dalam gerimis di atas tebing dua puluh tujuh meter dari sungai kau panjati sebatang tangga bambu yang bersandar sekadarnya di batang pohon aren anak tangga dari batang kopi licin itu kau pijaki, demi manisnya kehidupan pada mimpi merah gula aren hidup, ruang pertarungan masa depan menanti dan menantang di atas pohon aren, kau menatap sungai kehidupan mengalir jauh dari saku nira menetes perlahan tuang diri dalam boda' kehidupan kau rayakan pada tetesannya di tungku kayu-kayu besar dilahap api tak ada libur bagimu pagi dan petang boda’ mengisi dirinya dengan nira wajan menganga api menjilat-jilat kayu bakar menjelma abu keringatmu berubah nira Kindang, Agustus 2022 [irp]

Bangau itu Terbang Sendiri

  gerimis tiba kuyupkan apa saja selain sepi di matamu berkali-kali tak sekali saja bangau itu terbang sendiri sepi merimbun kepakan sayap melunglai bangau itu akan bertengger di pucuk pohon cengkeh menatap segala arah sepi tanak di mata liarnya sejak senapan angin dipegang anak-anak bangau terbang pada mautnya sawah tak lagi memutih sepi dari kepakannya kini, seekor saja beterbangan ke sana sini tebarkan pesona tebar sepi sebar duka ayah burung apa itu? seorang anak kecil bertanya itu bangau mana temannya kenapa sendiri si ayah garuk kepala lalu memutar youtube membiarkan anaknya menonton bangau beterbangan berlomba-lomba anak itu girang si ayah senang Kindang, Agustus 2022 [irp]

Menuai Sampah dalam Hujan

  ia menatap keluar jendela resah merimbun di matanya semalam hujan selokan depan rumah meluap sampah-sampah berpindah ke sawahnya menimbun padi yang ditanamnya tiga hari lalu gerimis masih menyisa disesapnya kopi meninggalkan ampas ia kembali menatap keluar jendela sampah di sawahnya melambai-lambai tak semua yang ditanam akan dituai aku menanam padi aku menuai sampah, bisiknya pelan, pelan sekali. Kindang, Agustus 2022 [irp]
Topik terkait
#sampah #sampah plastik #puisi lingkungan #sastra ekologi #sastra lingkungan #sawah