Menjumpai Pergam Putih Bersarang di Pohon Kenanga

Klikhijau.com - Hari yang cerah saat saya mulai melangkah kaki menelusuri jalan setapak berpaping. Jalan setapak yang memudahkan pelancong meramahi kawasan wisata seperti pada umumnya. Ya.. pada hari...

Menjumpai Pergam Putih Bersarang di Pohon Kenanga
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Hari yang cerah saat saya mulai melangkah kaki menelusuri jalan setapak berpaping. Jalan setapak yang memudahkan pelancong meramahi kawasan wisata seperti pada umumnya. Ya.. pada hari itu, di akhir Juli 2023, saya menikmati kesejukan pagi di Kawasan Wisata Pattunuang. Salah satu destinasi unggulan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Kali ini, saya menenteng kamera. Berharap ada fauna yang berkenan menampakkan diri. Memamerkan kemolekannya.

Saya terpukau dengan kemegahan batu gamping Pattununang. Berdiri megah menjulang ratusan meter. Membenteng di sisi kiri dan kanan. Di antara kedua gugusan karst ini, mengalir sungai dengan arus yang cukup deras. Hujan yang baru saja reda beberapa jam lalu, membuat sungai masih nampak kecoklatan.

Tak hanya itu, ternyata pada batuan gamping ini masih bisa tumbuh permadani pepohonan di kaki dan puncak-puncaknya. Seolah tak percaya. Akar-akar pepohonan menjalar ke mana-mana mencari nutrisi. Menopang batang kekarnya yang menjulang tinggi.

Kehadiran vegetasi inilah menjadi rumah beragam satwa seperti aneka serangga, avifauna, reptil, hingga mamalia besar. Karenanya wajar jika pelancong bertandang untuk mencarinya. Asalkan untuk tujuan wisata karena wilayah ini terlarang untuk perburuan satwa. Mengingat kawasan ini merupakan bagian dari taman nasional.

Belum berapa lama saya berjalan, saya mendapati tujuh rumah warga berjejer rapi. Sungai mengalir persis di belakang rumah mereka. Beberapa warga sedang asyik duduk bersantai di teras. Sesekali melemparkan senyum saat bertatap muka. Begitu ramah.

Tak jauh dari rumah warga, terdengar suara burung. Suaranya seperti siulan. Saya kemudian memelankan langkah. Mencari sumber suara.

Benar saja, dua ekor burung sejenis merpati sedang bertengger di atas pohon. Tak hanya diam. Berjalan, sesekali terbang kecil menuju dahan lainnya. Sepertinya sedang mencari makan.

Saya lalu bersembunyi. Berlindung di salah satu batu besar tak jauh dari pohon pertemuan kami. Dengan sigap: menyalakan kamera, mencari posisi, dan mulai membidik. Melesatkan bidikan secara beruntun. Sesekali si doi berpaling, mencari sumber suara shutter shot.  Namun ia tak menemukannya. Ia lalu kembali beraktivitas.  Seolah tak tahu ada yang mengintainya.

Tak lama kemudian, burung yang belakang saya ketahui namanya adalah pergam putih, berpindah tempat. Terbang dari pohon kenanga ke pohon jati. Wah kali ini bisa lebih leluasa mengamatinya. Daun jati tak begitu lebat. Memudahkan mengabadikan parasnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2