Menjawab Darurat Sampah Nasional, 3 Peran Krusial yang Harus Diambil Perguruan Tinggi
Klikhijau.com - Penanganan sampah memang rumit. Diperlukan lebih dari sekadar solusi teknis. Mesti ada gerakan perubahan perilaku kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Termasuk perguruan...
Klikhijau.com - Penanganan sampah memang rumit. Diperlukan lebih dari sekadar solusi teknis. Mesti ada gerakan perubahan perilaku kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Termasuk perguruan tinggi.
Perguruan tinggi harus ditempatkan sebagai pusat inovasi dan katalis perubahan. Hal tersebut ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat dalam Forum Akademik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bertajuk "Memetakan Solusi Darurat Sampah Indonesia" di Aula Latief Hendraningrat, Kampus UNJ.
Saat ini, Indonesia telah berada pada situasi darurat sampah nasional. Hal tersebut butuh penanganan yang mendesak.
Untuk mewujudkan langkah penanganan tersebut, Menteri Jumhur menekankan pentingnya peran aktif civitas akademika dalam mengimplementasikan pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Menteri Jumhur pun memaparkan berbagai aksi nyata yang dapat segera dilakukan.
[irp]
"Mulailah dari kampus sendiri. Terapkan pemilahan yang konsisten. Olah sampah organik dari kantin. Bangun bank sampah kampus. Libatkan mahasiswa dalam audit sampah. Jadikan sekolah mitra sebagai laboratorium perubahan perilaku. Arahkan KKN untuk mendampingi kelurahan, pasar, sekolah, dan komunitas," ujarnya.
Menteri Jumhur juga menambahkan jika satu kampus berubah maka kampus tersebut akan menjadi contoh. Jika banyak kampus berubah maka akan lahir sebuah gerakan. Ketika gerakan tersebut menjangkau sekolah dan masyarakat, perubahan itu akan tumbuh menjadi budaya bangsa.
"Karena forum ini berlangsung di Universitas Negeri Jakarta, izinkan saya memberi penekanan khusus pada peran kampus. Kampus tidak boleh hanya menjadi tempat membahas krisis. Kampus harus menjadi tempat melahirkan solusi," tambahnya.
[irp]