Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Menjamu Sampah

Air   air mengalir, air merawat air itu jiwa riahkan hidup hiasi kehidupan air itu napas hidupkan bumi riangkan kehidupan air itu ada di laut di darat dalam mata tiada air...

Oleh Idris Makkatutu 02 Sep 2023 01:43 2 menit baca

Air

  air mengalir, air merawat air itu jiwa riahkan hidup hiasi kehidupan air itu napas hidupkan bumi riangkan kehidupan air itu ada di laut di darat dalam mata tiada air tiada napas tiada hidup tiada aku dan kamu air itu aku air itu kamu air itu aku dan kamu dalam hidup yang menghidupi 2023 [irp]

Detakan Alam

  pada hutan merimbun kehidupan berkejaran denyut berdetak alir napas terus mengalir pada laut luas terumbu karang bertumbuh ikan-ikan berumah pada savana hewan berpesta beburung memantau di burung kicau jadi nyanyian usir sunyi yang lengang alam tawarkan semua detak kehidupan berlarian di dalamnya 2023 [irp]

Menjamu Sampah

  di kepala kita telah penuh sampah, katamu aku meraba kepalaku sampah berhamburan separuh kamu tertimbun. kau memungutnya kuwaspadai marahmu tak ada marah berjalan kau menjauh menuju drainase lalu menuang sampah itu ke dalamnya “biar berumah di laut,” katamu aku berjalan pula ke drainase tumpahkan sampah dari kepala “biar menggemukkan ikan-ikan,” kataku kau menatap mataku aku menatap matamu sampah-sampah mengalir jauh tinggalkan kita yang saling bertatap esoknya, hujan tiba. mendesar kita lari ke drainase tak ada sampah tersisa kita saling tatap tersenyum riang kita masuk ke rumah dengan kuyup di tv, kita kota-kota menjamu sampah ada sampah dari kepala kita kita saling tatap penuh curiga 2023 [irp]

Puisi Berwajah Polusi

  aku telah lupa wajah pepohonan, saat kau tiba ketuki pintu. di tanganmu ada segenggam paku “susunlah, bentuk namaku,” pintamu. kau berdiri di depan pintu. tatapi aku yang kikuk kuatur napas, menarikmu ke pelukan paku-paku berhamburan di teras rumah sedetik kemudian, gerah datang penuh riang mengejar kita ia peluki kita yang sedang berpeluk ….…bernostalgia peluh….. aku lupa wajah gunung, saat kau tiba berwajah polusi di matamu penuh aliran air mata aku membaringkanmu, setelah pintu tertutup, biar polusi tak cemburu kugeledah matamu, kukeluarkan polusi. ada nama-nama pejabat di sana sunyi menari di sudut matamu polusi berserakan di ruang tamu. kau berlari ke luar rumah punguti dedaunan di halaman lalu menimbun polusi di ruang tamu polusi dari matamu itu, berpindah ke hidung dan mulut kita kau batuk tiga kali aku sesak napas kita berlomba lari ke luar rumah polusi mengejar kita tak ada lagi pelukan 2023 [irp]

Kota Kabut

  kota-kota mengabut dalam peluk hilangkan segala arah datangkan penuh sesak ada yang bergerak liar di udara masuk ke kamar tidur lalu lipir ke paru-paru kota jadi mati 2023 [irp]
Topik terkait
#puisi #sampah #puisi lingkungan #polusi #air