Mengulik Sensasi Panorama Rammang-rammang pada Jam Sepuluh Pagi!

Klikhijau.com – Kapankah waktu terbaik berkunjung ke spot wisata Rammang-rammang Maros Sulawesi Selatan? Pertanyaan ini tak jarang dihaturkan para wisatawan yang baru berencana kesana untuk pertama ka...

Mengulik Sensasi Panorama Rammang-rammang pada Jam Sepuluh Pagi!
Bacakan Artikel

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak segera menyewa perahu di dermaga dua untuk menelusuri sungai sekira dua kilometer menuju kampoeng berua. Sewa perahu untuk 3-5 orang sekira Rp. 200 ribu. Kamu sudah bisa merasakan perjalanan lambat di atas perahu kecil sembari mengamati pohon nipah dan bakau yang mengitari pesisir sungai.

Pemandangan ini tentu penting pula didokumentasikan. Sangat instagramable!

Nah, meski matahari menanjak dengan panasnya, angin sepoi-sepoi yang bertiup seolah mengimbangi teriknya. Saat cuaca sedang panas, pemandangan di langit-langit benar-benar biru berpadu warna putih bersih. Kampoeng Berua akan tampak seperti potongan surga.

Berjalanlah mengitari sawah mendekati bukit karts. Kamu juga bisa mampir di pondok-pondok kecil di tengah sawah, duduk di sana sembari menikmati alam yang memberi kedamaian hakiki.

Pada panas yang terik, ikan-ikan di dalam empang yang letaknya beririsan dengan area persawahan tampak jelas bergerak lincah. Jadi, kamu juga bisa berswafoto di sana dengan latar empang, karst, rumah-rumah panggung dan padi-padi menguning.

[caption id="attachment_25546" align="alignnone" width="688"]rammang Padi yang menguning di Kampoeng Berua Rammang-rammang - Foto: Mila Nuh[/caption]

Sekali lagi, tidak perlu cemas berkunjung ke Rammang-rammang pada jam sepuluh pagi ke atas menjelang siang, sebab tidak mengurangi panorama alamnya.

Lalu, kapan waktu terbaik lainnya berada di Rammang-rammang? Nah, waktu terbaik lainnya adalah di sore hari antara  pukul 16.00 – 17.40. Waktu sore yang tenang ini juga memungkinkan kamu menikmati panorama alamnya yang menawan tanpa harus takut terbakar matahari.

Rammang-rammang benar-benar menggoda untuk jadi opsi menikmati waktu libur. Bila sempat, kamu juga bisa mampir terlebih dahulu di rumah ke-2 milik Iwan Dento, berbincang santai dengannya sembari menikmati aroma kopi santan yang gurih.

Hari yang benar-benar menyenangkan. Sayangnya, bila air pasang di sungai, sampah-sampah plastik akan berseliweran mengepung. Ini sangat mengganggu pemandangan. Suatu pertanda betapa kita masih terbiasa membuang sampah ke sungai. Sungguh menyebalkan di sisi lain! Semoga ke depan ada solusi untuk menangani sampah di sungai agar tidak merusak biota di dalamnya dan tentu tak merusak panorama lokasi wisata.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2