Mengulik Cara Capung Terbang di Udara dan Fakta Menarik Tentangnya

Klikhijau.com – Bagaimana capung terbang di udara? Tulisan ini akan membahas gaya terbang makhluk kecil ini di udara. Bagi anak-anak, capung adalah makhluk kecil menggemaskan. Mereka kerap menangka...

Mengulik Cara Capung Terbang di Udara dan Fakta Menarik Tentangnya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Bagaimana capung terbang di udara? Tulisan ini akan membahas gaya terbang makhluk kecil ini di udara.

Bagi anak-anak, capung adalah makhluk kecil menggemaskan. Mereka kerap menangkapnya—menjadikannya media mainan.

Capung adalah serangga paling kuno di dunia ini. Ia telah melewati berbagai proses evolusi. Makhluk kecil itu disukai anak-anak karena memiliki tampilan yang menarik dan indah.

Meski bertubuh kecil, tapi capung diselimuti berbagai misteri dan fakta menarik yang tak terduga. Misalnya, ia mampu terbang mundur. Fakta itu tentu saja menarik.

Cara capung terbang

Cara terbang capung yang hobi melakukan repertoar manuver itu membuat para peneliti penasaran. Para peneliti ingin menjawab bagaimana cara serangga dari kelas Insecta dapat mengembangkan refleks canggih, sehingga memungkinkan mereka memperbaiki posisi saat jatuh atau setelah terbalik selama penerbangan.

Untuk menjawab hal itu, maka Cornell University harus turun tangan memimpin sebuah studi. Hasilnya mereka menemukan refleks meluruskan gesit capung adalah proses kompleks yang melibatkan sinyal dari sistem visual mereka dan kontrol otot dinamis dari jarak sayap.

Penulis studi yang diterbitkan oleh jurnal Science mengatakan, serangga telah mengembangkan refleks canggih untuk menyesuaikan diri di udara. Mekanisme pemulihan mereka melibatkan interaksi kompleks antara indera fisik, otot, tubuh, dan sayap, dan mereka harus mematuhi hukum penerbangan.

“Kami berusaha memahami mekanisme kunci yang terlibat dalam refleks meluruskan capung dan untuk mengembangkan model berbasis fisika untuk memahami strategi kontrol manuver penerbangan, ”jelas penulis studi tersebut seperti dilansir dari Earth.

Butuh informasi sensorik visual

Para peneliti menemukan fakta, capung menggunakan asimetri pitch sayap antara sayap kiri dan kanan untuk mendorong pemulihan tegak dalam waktu kurang dari 200 milidetik.

Kesimpulan itu didapatkan setelah para peneliti menggunakan serangkaian analisis kinematik, pemodelan fisik, dan simulasi penerbangan tiga dimensi.

Tidak berhenti di situ saja, mereka juga melakukan langkah kedua, tujuannya untuk menentukan melalui eksperimen perilaku apakah gerakan sayap ini ditimbulkan oleh sinyal sensorik hulu.

Mereka memblokir sistem visual serangga sambil mengamati kemampuan mereka untuk melakukan gerakan kompleks yang diperlukan untuk membalik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2