Mengubah Kebiasaan Makan agar Apa yang Dimakan Tak Jadi Bencana bagi Bumi

Klikhijau.com – Demi keberlanjutan hidup di planet ini, saatnya mengubah cara pandang pada segala hal termasuk pada kebiasaan makan. Bila selama ini, urusan makanan meluluh soal kesehatan diri, saatny...

Mengubah Kebiasaan Makan agar Apa yang Dimakan Tak Jadi Bencana bagi Bumi
Bacakan Artikel

Pada saat yang sama, sistem pangan global kita saat ini juga turut berkontribusi besar terhadap Gas Rumah Kaca, hingga hilangnya keanekaragaman hayati.

Masalah berikutnya adalah limbah makanan yang seolah sulit terhindarkan. Profesor Lang mengajukan perlunya efisiensi makanan agar tak ada lagi sisa makanan yang dibuang setiap saat. Efisiensi makanan alias diet sehat yang selalu mempertimbangkan ketersediaan sumber daya dan keberlanjutan.

“Menyimpan daftar di bagian depan lemari es dan freezer membantu saya mengingat apa yang sudah saya miliki,” kata Lang.

Diet sehat

[caption id="attachment_16517" align="alignnone" width="640"]makanan Dengan mengonsumsi beragam makanan nabati utuh, Anda akan dapat memenuhi kebutuhan protein Anda. (Foto: zi3000 / Shutterstock)[/caption]

Lang merekomendasikan perlunya memulai pengurangan konsumsi daging. Lalu, memulai konsumsi sayuran dan kacang-kacangan.

“Ketika saya mengubah diet saya bertahun-tahun yang lalu, saya fokus pertama hanya mendapatkan lebih banyak sayuran di piring saya. Itu tidak hanya membuat saya kenyang, tetapi saya melihat perubahan positif langsung pada pencernaan saya,” cerita Lang.

Laporan EAT-Lancet menyarankan agar konsumsi daging kita tidak lebih dari 98 gram (3,5 ons) daging merah (babi, sapi atau domba), 203 gram (7,1 ons) unggas dan 196 gram (7 ons) ikan per minggu.

Selain itu, mengurangi konsumsi gula juga sangat penting. Gula dapat diganti dengan madu atau buah.

Pola diet sehat ini bagi Profesor Lang memang tidak mudah, tapi bila dianggap sebagai sebuah eksplorasi, kita akan lebih menikmatinya dan bersenang-senang mencari tahu apa yang kita sukai. Faktanya, ada lebih dari 30.000 tanaman yang dapat dimakan sebagai pilihan alternatif dan menarik dijelajahi seumur hidup.

Kita sudah terbiasa dengan kebiasaan makan yang tak memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Tidak ada salahnya pelan-pelan mengubah kebiasaan lama. Terkesan berat, namun tak ada salahnya dipertimbangkan untuk planet ini.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2