Mengubah Kebiasaan Makan agar Apa yang Dimakan Tak Jadi Bencana bagi Bumi

Klikhijau.com – Demi keberlanjutan hidup di planet ini, saatnya mengubah cara pandang pada segala hal termasuk pada kebiasaan makan. Bila selama ini, urusan makanan meluluh soal kesehatan diri, saatny...

Mengubah Kebiasaan Makan agar Apa yang Dimakan Tak Jadi Bencana bagi Bumi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Demi keberlanjutan hidup di planet ini, saatnya mengubah cara pandang pada segala hal termasuk pada kebiasaan makan. Bila selama ini, urusan makanan meluluh soal kesehatan diri, saatnya lebih progresif lagi dengan memikirkan agar apa yang kita makan juga baik planet ini.

Makanan atau lebih tepatnya kebiasaan makan kita sangat berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya. Tanpa sadar, penduduk bumi seolah membuat kesalahan fatal dengan fenomena massifnya sisa makanan yang terbuang setiap harinya.

Faktanya, di belahan lain ada krisis makanan dan kelaparan yang mengancam. Makanan yang terbuang juga telah jadi beban serius bagi lingkungan.

"Makanan yang kita makan dan bagaimana kita memproduksinya menentukan kesehatan manusia dan planet ini, dan saat ini kita salah besar," kata Tim Lang, Profesor kebijakan pangan di University of London, dikutip dari laman Treehugger.com.

Lang adalah bagian dari sebuah proyek bernama EAT-Lancet, yang menyatukan hampir 40 ahli dari 16 negara dengan keahlian di bidang kesehatan, nutrisi, kelestarian lingkungan, sistem pangan, ekonomi dan pemerintahan politik.

"Kita berada dalam situasi bencana," kata Lang tentang temuan proyek tersebut.

Menurut Lang, meskipun kita telah membangun apa yang disebut dengan sistem pangan berkelanjutan, sebenarnya ada tiga hal yang perlu dibangun secara bersamaan.

Pertama, kita perlu mengurangi sisa makanan; kedua, kita perlu meningkatkan produksi pangan; ketiga, kita perlu mengubah pola diet kita. Di atas semua itu, lanjut Lang, kita perlu bekerja bersama secara global untuk membuat ketiga hal itu menjadi kenyataan.

***

Jadi, bukan hanya planet kita yang dirusak oleh pilihan makanan kita. Saat ini, 3 miliar orang kekurangan gizi, dan satu miliar dari mereka bahkan kelaparan.

Dua miliar orang di bumi makan terlalu banyak makanan tidak sehat, yang mengarah pada apa yang oleh para peneliti kesehatan disebut tingkat "epidemi" diabetes dan penyakit jantung.

Menurut laporan Global Burden of Disease, pola makan yang salah telah memicu terjadinya kematian dini pada jutaan orang. Menurut laporan tersebut, apa yang kita makan ternyata jauh lebih berisiko daripada hubungan seks yang tidak aman, alkohol, narkoba, dan tembakau.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2