Mengintip Upaya 12 Negara Ini Kembalikan Hijaunya Hutan yang Hilang

Klikhijau.com - Kehilangan hutan merupakan kerugian besar suatu negara. Banyak penyebabnya kenapa hutan bisa hilang, di antaranya pembalakan liar, kebakaran, hingga bencana alam seperti longsor dan ke...

Mengintip Upaya 12 Negara Ini Kembalikan Hijaunya Hutan yang Hilang
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Pada awal 2020, Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan rencana untuk menanam kembali lebih dari 1.000 hektar hutan yang terkena dampak ini.

Penebangan liar yang meluas - sebagai akibat dari perusahaan kayu dan pembuat furnitur di Eropa Barat - menghancurkan beberapa hutan di Eropa.



  • Burkina Faso



Perluasan peternakan dan pertumbuhan penduduk jadi salah satu ancaman Burkina Faso kehilangan banyak hutan. Untuk mengembalikannya, PBB menerapkan program REDD+ yang membantu petani dalam upaya menanam pohon dengan skala yang besar.

Tidak tanggung-tanggung penanaman itu mencapai hingga lebih dari 300.000 hektar tanah untuk membantu mitigasi penggurunan di Burkina Faso.



  •  India



Pemerintah India telah berjanji untuk mengembalikan 26 juta hektar tanah pada tahun 2030. Ada sebuah upaya penanaman pohon menjadi upaya yang sangat besar di India.

India merupakan negara yang hampir 30% tanahnya mengalami degradasi karena peternakan, urbanisasi, dan penggurunan.

Namun, kesadaran Warga India membuat mereka bergabung dalam kampanye untuk memecahkan rekor dengan menanam ribuan juta bibit guna mengembalikan hutan yang telah hilang.



  • Peru



Upaya reboisasi di Peru menargetkan lahan yang rusak oleh penambangan emas ilegal, serta situs arkeologi Machu Picchu, yang berisiko longsor dan kebakaran hutan.

Hutan Madre de Dios misalnya, pada tahun 2019 satelit Badan Antariksa AS ( NASA) menemukan, hampir 6 persen wilayah Madre de Dios telah menghilang karena penebangan hutan massal atau deforestasi. Dan diperkirakan akan menghilang 5 tahun mendatang.



  • Australia



Australia pernah mengalami kebakaran hebat yang memusnahkan seperlima hutan dan membunuh sekitar 1 miliar hewan.

Untuk mengembalikan hutan yang hilang itu, pada bulan Desember, World Wide Fund for Nature meluncurkan rencana untuk "menyelamatkan dan menumbuhkan" 2 miliar pohon pada tahun 2030.

"Solusi ini dapat dicapai dengan melindungi pohon yang ada, memungkinkan hutan yang ditebang untuk beregenerasi dan menanam pohon baru," kata WWF.



  • Kanada



Di negara ini undang-undang mewajibkan industri kehutanan untuk menanam kembali setelah tebang habis. Perdana Menteri Justin Trudeau berkomitmen untuk menambah 2 miliar pohon selama dekade berikutnya.

Bahkan ada seorang veteran penanam pohon dari Kanada telah melakukan reboisasi selama beberapa dekade di lahan pribadi dan publik.



  •  Inggris



Kehadiran lebih banyak pohon banyak pohon diharapkan akan membantu meringankan perubahan iklim, mengurangi banjir dan menciptakan lapangan kerja.

Saat ini Inggris, khususnya di Inggris utara, pohon-pohon hanya menutupi 7,6% dari pedesaan. T

Namun, Hutan Utara baru akan dibentuk dari Liverpool barat ke Hull timur selama 25 tahun ke depan. Hal ini mengikuti keberhasilan Hutan Nasional yang berada lebih jauh ke selatan.



  •  Jerman



Jerman tidak main-main dalam merawat dan menanam pohon. Pada KTT hutan nasional September lalu, Berlin mencurahkan € 800 juta (sekitar 13 triliiun rupiah).

Dana itu untuk membantu merawat dan mengisi kembali pohon-pohon di seluruh Jerman, yang telah menderita akibat cuaca panas dan kering, juga serangan kumbang.

Untuk mewujudkan harapan itu, para pakar kehutanan Jerma sedang mencari spesies asli yang kuat yang dapat beradaptasi dengan perubahan iklim Eropa.

Nah, itulah 12 negara yang berjuang menghijaukan negaranya dengan cara mengembalikan hutan yang telah hilang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2