Mengenal Hormon Oksitosin, Hormon Cinta untuk Tetap Bahagia

Klikhijau.com - Apa itu hormon oksitosin? Mengapa hormon satu ini juga kerap dinamai hormon cinta? Yah, hormon oksitosin memang bersumber dari bagian otak manusia dan dinamai hippotalamus. Hormon i...

Mengenal Hormon Oksitosin, Hormon Cinta untuk Tetap Bahagia
Bacakan Artikel

Merujuk pada laman Your Hormon, dikatakan bahwa kekurangan oksitosin dapat memicu autisme dan gangguan spektruk autistik.

Karenanya, para ilmuan meyakini bahwa oksitosin dapat digunakan untuk mengatasi gangguan ini. Oksitosin juga diyakini dapat menurunkan depresi. Namun, belum ada cukup bukti ilmiah yang mendukung teori ini.

Oksitosin dan terapi psikologi

Melansir data Medical News dari KompasHealth, para ilmuwan mengklaim oksitosin efektif untuk mengobati fobia sosial, autisme, dan depresi pasca persalinan.

Oksitosin dipercaya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan interpersonal dan individu, sehingga berpeluang besar untuk digunakan dalam mengatasi beberapa gangguan neuropsikiatri.

Penggunaan oksitosin ini diklaim dapat membantu orang-orang yang menarik diri dari interaksi sosial, anxiety, dan tidak mampu mempercayai oran lain atau memiliki masalah trust issue. Oksitosin juga berperan dalam manajemen kemarahan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa polimorfisme tertentu dari gen reseptor oksitosin (OXTR) dikaitkan dengan kecenderungan yang meningkat untuk bereaksi dengan amarah seseorang terhadap situasi.

Nah, amat pentingkan hormone satu ini pada kesehatan?

Bagaimana cara meningkatkan oksitosin?

Nah, kamu pasti sudah bertanya-tanya bagaimana cara meningkatkan hormone oksitosin? Selain menikmati peristiwa jatuh cinta atau kasmaran, berikut ini beberapa aktivitas yang dapat memicu meningkatnya hormon ini:


  • Berpelukan


Berpelukan memberi kedekatan emosional yang lebih kuat dengan orang-orang tercinta. Bukan sebatas memperkuat hubungan, berpelukan juga dapat membuat kamu lebih senang dan bahagia.

  • Berinteraksi di media sosial


Berinetraksi yang positif di media sosial tidak hanya sebagai bentuk eksistensi, tetapi juga untuk membuat hubungan emosional terjalin erat. Aktivitas ini akan membantu kamu memiliki kualitas hubungan yang baik dengan orang lain.

  • Berbuat baik


Seringkali kita mendengar bahwa kebahagiaan tidak melulu pada apa yang dimiliki tapi bagaimana kita berbagi dan berbuat baik pada orang lain. Menjadi manusia yang bermanfaat pada manusia dan alam akan membuat kita semakin bahagia.


  • Bersosialisasi


Sebagai makhluk sosial, manusia memang harus bersosialisasi dengan orang lain. Saat berelasi dengan banyak orang, hormon oksitosin dapat terlepas dan membuat kamu merasa lebih bahagia.

  • Quality time


Gunakan waktu dengan kekasih atau keluarga memang penting untuk menguatkan hubungan dan harmoni dalam keluarga. Pilih masa-masa tepat untuk “quality time” pada orang-orang terdekat demi kualitas hubungan yang semakin baik.

  • Mendengarkan musik


Tak sekadar hiburan, mendengarkan musik juga dapat membuat hormone oksitosin terlepas yang selanjutkan akan membuat rasa bahagia meningkat.

  • Kegiatan yang memacu adrenalin


Kegiatan yang memacu adrenalin ternyata bermanfaat untuk kesehatan mental. Mulailah berpikir untuk memilih kegiatan yang memacu adrenalin demi melepas hormone oksitosin kamu.

Itulah pembahasan mengenai hormon cinta dan aktivitas yang bisa dilakukan untuk memacunya. Semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2