Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, KLHK Tanam Tanam Mangrove di Tapanuli Tengah

Klikhijau.com – Dalam rangka peringatan Hari Lahan Basah Sedunia (Wetlands Day), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menanam mangrove sebanyak 30.000 bibit di pesisir Tapanuli Tengah, Su...

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, KLHK Tanam Tanam Mangrove di Tapanuli Tengah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Dalam rangka peringatan Hari Lahan Basah Sedunia (Wetlands Day), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menanam mangrove sebanyak 30.000 bibit di pesisir Tapanuli Tengah, Sumatera utara (02/02/2023).

Aksi ini mengangkat tema  “Dari Hati Untuk Bumi,”. Selan menanam, KLHK bersama mitra juga menyemai bibit kerang sebanyak 20.000 bibit yang kondisinya sehat dan segar.

Area penanaman mangrove tidak hanya sebatas di desa Aek Garut, namun juga mencakup daerah-daerah di Tapanuli Tengah, seperti Kelurahan Kalangan, Kelurahan Kalangan Indah, dan Desa Aek Sitio-tio di Kecamatan Pandan.

Acara tanam mangrove ini juga menggandeng Kelompok Tani Hutan Mandiri Lestari yang sudah membudidayakan bibit mangrove selama tiga tahun.

Bibit yang disiapkan adalah bibit lokal jenis rhizophora berusia 4-6 bulan di persemaian dengan tinggi bibit 50-80 centimeter.  Adapun jarak tanam bibit yakni 1x3 meter, tetapi tergantung batas air laut surut. Penanaman direncanakan selama 2-3 bulan, sedangkan durasi pemeliharaan 2 tahun dan dapat diperpanjang.

Penanaman mangrove ini sejalan dengan Nationally Determined Contribution (NDC) yang memuat komitmen negara untuk menetapkan target pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia.

Salah satunya dengan cara merehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove. Pembentukan ekosistem mangrove sendiri sebagai salah satu penopang ekosistem wilayah pesisir dan penting bagi keanekaragaman hayati.

Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) KLHK, Dasrul Chaniago, mengatakan pembentukan ekosistem mangrove menjadi penting dilakukan mengingat Indonesia yang merupakan negara kedua dengan garis pantai terpanjang di dunia rentan terhadap perubahan iklim.

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional tahun 2021, luas eksisting mangrove di Indonesia mencapai lebih kurang 3,3 juta hektar.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pihak atas aksi tanam mangrove ini, semoga bukan menjadi yang terakhir. Kami harapkan terus ada dukungan dan juga inovasi lainnya tentang perlindungan pesisir laut,” tutur Dasrul.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2