Menengok 37 Tahun Kesetiaan Rustandi Menjaga Flora Indonesia

Klikhijau.com – Mengabdi selama 37 tahun menjaga flora Indonesia bukanlah waktu singkat. Butuh kesabaran dan keuletan menghadapi segala tantangan. Jika bukan karena rasa cinta dan tanggung jawab, w...

Menengok 37 Tahun Kesetiaan Rustandi Menjaga Flora Indonesia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Ia juga kerap melakukan eksplorisi hutan, baik ke Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tujuannya untuk mencari tanaman langka dan menjaga flora Indonesia agar tetap lestari.

Ketika melakukan eksplorasi, diakuinya banyak tantangan yang dihadapi agar flora Indonesia bisa terawat dan terjaga.

“Ketika melakukan eksplorasi ke hutan-hutan Indonesia untuk melakukan konservasi tanaman langka, seringkali menemukan kesulitan saat tanaman-tanaman langka berpotensi kritis dan terancam punah. Kami tidak selalu dapat ditemukan biji atau anakan (seedling),” terangnya.

Perkenalkan setek daun

Namun, berbekal pengalamannya, ia tidak lantas putus asa. Ia mencoba bereksperimen dengan melakukan setek daun.

Eksperimen yang dilakukannya pun berhasil. Jadi, melalui setek daun ia memperbanyak dan mengembangbiakan tanaman. Tentu hal itu sangat bermanfaat untuk pelestarian kekayaan flora Indonesia.

Karena kesabaran, keuletan, dan kedisplinan, Rustani berhasil pula melakukan teknik setek daun pada bunga bangkai Amorphophallus titanum yang merupakan tanaman endemik Indonesia.

Untuk cara pembibitan sendiri, Rustandi melakukan dengan dua cara, yakni melalui biji dan setek daun. Setek daun dilakukan ketika tidak ada biji atau anakan yang ditemukan.

Untuk tanaman yang ada di pembibitan biasanya merupakan hasil eksplorasi di lapangan berupa biji atau seedling.

Untuk jenis seedling ini dirawat sampai berakar dan tumbuh tanaman yang baik dan sehat. Tanaman untuk biji disemai terlebih dahulu

Sementara untuk setek daun, biasanya dilakukan ketika melakukan eksplorasi ke hutan dan tidak menemukan biji atau seedling. Jadi yang dikembangkan adalah daun dari tanaman tersebut.

Setelah melakukan banyak hal, termasuk berhasil memperkenalkan setek daun, Rustandi tidak berharap banyak, ia hanya berharap telah apa yang dilakukan untuk flora Indonesia bisa bermanfaat untuk Kebun Raya Cibodas, LIPI dan terutama untuk kekayaan hayati Indonesia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2