Cerita Terbaru Inovasi Daun Kelor dari Siswi SMK di Banjarnegara

Publish by -78 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Cerita Terbaru Inovasi Daun Kelor dari Siswi SMK di Banjarnegara
Daun kelor/Foto-motherandbaby.

Khasiat daun kelor sudah teruji untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Klikhijau.com – Inovasi daun kelor terus menggeliat. Sehingga ungkapan, “Dunia ini tak selebar daun kelor,” yang sering kita dengar bisa saja meredup. Sebab banyak daun  lebih kecil dari tanaman bernama latin Moringa oleifer itu.

Kelor yang masuk dalam suku Moringaceae menurut berbagai penelitian memiliki segudang khasiat bagi kesehatan. Meski ada beberapa daerah di Indonesia yang pantang memakan daun kelor.

Namun, ada pula daerah yang menjadikan kelor sebagai sesuatu yang harus dikonsumsi, semisal di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskoda menjadikan mengonsumsi kelor sebagai salah satu syarat pernikahan.

“Jadi kalau ada yang mau menikah. Para perempuannya harus makan kelor. Kalau mereka tidak makan kelor maka mereka tidak dapat restu dari pihak gereja,” ungkap Viktor.

KLIK INI:  Bagaimana Bisa Kopi Melindungi Gorila di Uganda dari Kepunahan?

Di Desa Baturappe, salah satu desa di dataran tinggi Kabupaten Gowa, mengolah daun kelor menjadi berbagai jenis olahan makanan, mulai dari bakso hingga puding kelor. Bahkan di desa tersebut sudah dibuka kebun kelor.

Dan kabar terbaru mengenai kelor datang dari siswi Jurusan Farmasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) HKTI 1 Klampok Purwareja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Para siswi itu mengolah daun kelor menjadi minuman dan makanan ringan. Mereka melakukan  inovasi membuat kelor tidak hanya menjadi candaan “tak selebar daun kelor”.

Daun kelor di tangan siswi tersebut dilebarkan menjadi teh tarik, cokelat dan aneka kue kering. Daun kelor yang kaya antioksidan diyakini baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Karena mengonsumsi daun kelor bisa meningkatkan daya tahan tubuh, maka diyakni bisa pula menjadi penangkal virus corona yang kini membuat dunia panik untuk mengatasinya.

Karena virus corona

Kuni Nafiatul Mubarokah, salah satu siswa yang membuat inovasi itu menjelaskan, sebelum dijadikan bahan makanan atau minuman, daun kelor diolah terlebih dahulu menjadi serbuk. Daun kelor segar dibersihkan kemudian dikeringkan dengan oven dan ditumbuk.

“Untuk membuat teh tarik, bahan-bahan yang digunakan sama dengan teh tarik pada umumnya, seperti susu serbuk, susu kental manis, kemudian dicampur dengan serbuk daun kelor,” kata Kuni saat ditemui baru-baru ini seperti yang dimuat di Kompas.

KLIK INI:  Kelor, Pohon Ajaib dan 4 Fakta Menarik yang Akan Membuat Anda Jatuh Hati Padanya

Dipilihnya kelor sebagai sebagai bahan makanan dan minuman karena sangat mudah didapatkan. Hal ini dilakukan pula oleh masyarakat Baturappe, Gowa. Kelor tumbuh di halaman rumah warga dengan subur.

Sementara, siswa yang lain, yakni Yumna Fitriani, memilih daun kelor sebagai bahan pembuatan kue kering. Pembuatannya pun sederhana, bahan-bahan kue kering dicampur menggunakan serbuk daun kelor dan dioven selama 30 menit.

“Saya buat moringa cookies namanya. Bahan-bahannya ada margarin, gula halus, dimixer dulu, kemudian masukkan keju sama serbuk daun kelor. Dimixer lagi, ditambah santan dan tepung tapioka,” ujar Yumna.

Merebaknya virus corona yang terjadi akhir-akhir ini diakui Kepala SMK HKTI 1 Purwareja Klampok, Nanang Kosim mengatakan sebagai motivasi tambahan melakukan inovasi tersebut.

“Kami berpikir bagaimana membuat produk yang dapat menangkal virus tersebut. Intinya sebenarnya untuk meningkatkan imunitas tubuh, sehingga virus tersebut tidak bisa masuk ke dalam tubuh kita,” jelas Nanang.

“Sudah banyak penelitian mengenai daun kelor, kami hanya meneruskan karena khasiatnya sudah teruji untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” tambah Nanang.

Manfaat daun kelor kini telah dilebarkan oleh berbagai inovasi untuk kesehatan. Barangkali kelak, istilah tak selebar daun kelor akan berganti menjadi ungkapan, untung ada daun kelor.

Apalagi kelor adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan tahan kondisi panas ekstrim. Kelor bisa tumbuh dengan tinggi 7-11 meter.

KLIK INI:  Keripik Daun Kelor, Memang Ada? Ini kisah dan Khasiatnya!
Editor: Idris Makkatutu
Sumber: Beberapa sumber

KLIK Pilihan!