Meneguk Puisi Harijadi S Hartowardojo “Lereng Senja” yang Disesaki Diksi Alam

Klikhijau.com – Lereng Senja, puisi itu dimuat dalam buku Gema Tanah Air, Prosa dan Puisi 2 yang disusun oleh H.B. Jassin. Buku itu terbit pertama kali pada tahun 1948. Buku tersebut memuat banyak...

Meneguk Puisi Harijadi S Hartowardojo “Lereng Senja” yang Disesaki Diksi Alam
Bacakan Artikel

Kita juga menurun, kawan, kita juga menurun
Cocok hidung kerbaumu dan bawa
Biar bajak kudukung melalui halaman kita
Sementara pintu pagar lama menunggu dibuka
Engkau lewat

Bila mata bajak sudah menemu tanah
Bau segar akan menghawa di dada
Dan pematang selesai kau tampal, peluk kerbaumu
Esok perempuan menggantikan kita menyebarkan
Benih-benih di tanah yang telah kita genangi
Air dan melumpur
Aku akan mengasah sabit dan cangkul
Mendengarkan bambu berlagu meliuk-liuk

Hati telah bertemu hati dan asmara datang
Bertimbang tenggang
Berjauhan pandang
Tak guna! Tak guna!

[irp]

II

Gunung di depan layar biru kembar menjulang
Asal datang gempa berulang kali
Seminggu ini berpuncak merah menyala
Menyembur api malam hari
Semurka semesta
Siang murung berselimut mendung
Mengancam

Menanti letup
Senja melebar senyap gelisah

Ibu tiada rela melepas suami kerja
Anak-anak libur panjang demi ngeri
Nenek menghitung-hitung manik-manik tasbih dan berdoa
Bibir komat-kamit seirama deburan jantung
Demi Allah, bumi akan retak hingga rengkah terbelah
Api melaut nyala pada garis celah
Tiada bangkai busuk menyebar bau
Melelehkan nanah di dalam rabu
Sawah dan tanaman kita akan musnah
Dilanggar lahar yang melanda rumah kita
Lumpur panas gelisah pijar Menggenang di mana ada
Mangsa dan noda.

[irp]

III

Laki dan perempuan yang tinggal di pinggir telaga
Menemu muka pada air tiap tenang mengaca

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: