Memerangi Ancaman Kepunahan Badak Jawa dengan Operasi Merah Putih

Klikhijau.com - Operasi Merah Putih adalah operasi untuk memerangi ancaman kepunahan Badak Jawa. Operasi ini  diinisiasi Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Populasi sangat terbatas Badak Jawa (Rhino...

Memerangi Ancaman Kepunahan Badak Jawa dengan Operasi Merah Putih
Bacakan Artikel

Menhut juga menegaskan penamaan Operasi Merah Putih tidak hanya sebagai slogan atau kata merdeka, tidak hanya semacam slogan yang disampaikan di penghujung pidato, tetapi ini adalah operasionalisasi dari spirit kemerdekaan itu sendiri.

Dalam hal ini, merdeka itu adalah ketika satwa seperti badak tidak mengalami kepunahan, tidak mengalami gangguan dan mereka merdeka di alam, di rimba sana.

"Saya merasa terhormat, saya merasa bangga dan memberikan dukungan yang penuh atas nama Kementerian terhadap program ini dan program serupa, inisiatif apapun," katanya.

Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, Marsekal Pertama TNI Muhammad Taufiq Arasj mengatakan TNI ikut mendukung penuh operasi ini melalui pengamanan, logistik, hingga transportasi laut, khususnya yang berasal dari alutsista Korps Marinir. Ia juga menyatakan TNI bangga bisa terlibat dalam upaya penyelamatan satwa langka ini.

"Pesan Bapak Panglima TNI, siap mendukung upaya-upaya pelestarian Badak Jawa ini,” ungkapnya.

Berbagai persiapan telah dilakukan

Sementara itu, Ketua Pengurus dan Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (YABI), Jansen Manansang mengatakan langkah ini membuka harapan baru di masa depan untuk spesies ini.

YABI berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam konservasi badak Jawa melalui kerjasama lintas sektor, pendekatan ilmiah dan juga dengan menggunakan spesialisasi dokter-dokter, ahli medis yang berkualitas.

"Mari kita jadikan operasi Merah Putih ini sebagai momentum bersama untuk memperkuat kolaborasi dan menegakkan komitmen kita dalam menjaga Badak Jawa yang merupakan aset bangsa yang sangat penting juga mahal, hanya ada di Indonesia," ungkapnya.

Dalam laporannya, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa berbagai persiapan penting sudah dilakukan, antara lain:


  • Pembangunan fasilitas Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) sebagai lokasi translokasi.

  • Pemilihan individu badak dengan mempertimbangkan haplotipe genetik berbeda untuk menghindari inbreeding.

  • Survei jalur pergerakan badak dan lokasi pit-trap untuk penangkapan aman.

  • Survei jalur transportasi dari lokasi tangkapan ke JRSCA, termasuk habituasi badak yang akan ditranslokasi.

  • Simulasi lapangan dan finalisasi SOP untuk memastikan seluruh prosedur berjalan lancar.

  • Penyusunan pedoman ethical assessment bersama para pakar nasional maupun internasional. (*)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2