Membangun Karakter Cinta Lingkungan Tak Cukup dengan Buku Paket

Klikhijau.com –  Membangun karakter cinta lingkungan adalah keharusan, khususnya di dunia pendidikan. Mengingat persoalan lingkungan adalah persoalan yang rumit dan krusial. Karenanya diperlukan ad...

Membangun Karakter Cinta Lingkungan Tak Cukup dengan Buku Paket
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com –  Membangun karakter cinta lingkungan adalah keharusan, khususnya di dunia pendidikan. Mengingat persoalan lingkungan adalah persoalan yang rumit dan krusial.

Karenanya diperlukan adanya dorongan gotong royong untuk menciptakan satu kesadaran, yakni sadar lingkungan, khususnya bagi peserta didik.

Untuk membangun karakter untuk cinta lingkungan, diakui Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hendarman, tidak akan bisa terwujud hanya dengan pengajaran dari sekolah, tapi juga perlu kerja sama dengan orang tua.

Pernyataan Hendarman itu terungkap saat diskusi via online tentang cinta lingkungan. Diskusi tersebut  diadakan Badan Restorasi Gambut (BRG) yang disimak di Jakarta belum lama ini.

“Keberhasilan dari karakter cinta lingkungan betul-betul tergantung dari kreativitas dan sinergi ekosistem pendidikan," kata Hendarman

Bagi Hendarman, sekolah dan segala aparaturnya tidak mungkin bisa menjadi satu-satunya yang dibebankan untuk penguatan karakter tersebut, tapi diperlukan keterlibatan orang tua, sebab orang tua juga memiliki peran yang cukup besar untuk membangun karakter buah hatinya.

Kurikulum muatan lokal

Sedangkan praktisi pendidikan lingkungan, Aulia Wijiasih beranggapan, untuk membangun karakter cinta lingkungan. Hal yang perlu dilakukakan adalah memasukkannya dalam kurikulum muatan lokal yang berfokus kepada pengenalan lingkungan sekitar.

Menurutnya, untuk pembangunan karakter cinta lingkungan perlu pengalaman langsung dan pengetahuan akan lingkungan sekitar.

“Pembelajaran untuk menguatkan kecintaan akan lingkungan harus dilakukan secara nyata. Tidak hanya lewat pembelajaran kurikulum semata atau lewat kampanye virtual,” sarannya.

Aulia yang merupakan Tim Pembina Adiwiyata Nasional juga mengungkapkan jika dalam undang-undang telah dijelaskan, setiap satuan pendidikan harus mengembangkan pendidikan berbasis daerah dan lingkungannya, berbasis kondisi sekitar dan pembangunan daerah.

“Jelas kurikulum itu bukan berbasis buku," ungkapnya  saat diskusi yang diadakan BRG.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2