Membatasi Pasar Basah Berpotensi Tingkatkan Perdagangan Ilegal Hewan

Klikhijau.com – Perdagangan ilegal hewan dikhawatirkan akan meningkat jika pasar hewan dibatasi. Isu pembatasan pasar hewan berawal dari penyebaran Covid-19 terjadi di pasar basah Wuhan, China. Pen...

Membatasi Pasar Basah Berpotensi Tingkatkan Perdagangan Ilegal Hewan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Perdagangan ilegal hewan dikhawatirkan akan meningkat jika pasar hewan dibatasi. Isu pembatasan pasar hewan berawal dari penyebaran Covid-19 terjadi di pasar basah Wuhan, China.

Penyebaran Covid-19 yang diduga dari kelelawar itu menggelinding cukup kencang meski belakangan banyak yang membantahnya.

Namun, karena telah tersiar sehingg beredar pula isu pasar hewan atau pasar basah Wuhan yang menjual hewan liar akan tutup.

Menutup pasar hewan Wuhan bukan hal mudah, banyak orang menggantungkan hidupnya di pasar tersebut. Maka yang paling mungkin dilakukan pemerintah adalah membatasi penjualan.

Solusi itu dianggap paling tepat, meski juga menimbulkan keresahan. Banyak yang menganggap pembatasan pasar hewan berpotensi meningkatkan perdagangan ilegal hewan di China

Jika pasar hewan benar-benar dibatasi, para pegiat binatang China khawatir perdagangan hewan liar akan susah dipantau.

Mereka lebih berharap, warga China akan menentang dengan keras kebiasaan makan daging binatang liar bisa berhenti dengan adanya pandemi Covid-19.

Apalagi ada bukti mencemaskan, ketika wabah corona merebak, 41 orang pertama yang dirawat di rumah sakit dengan pneumonia, yang telah diidentifikasi memiliki infeksi Covid-19 berasal dari Pasar Makanan Laut Huanan. Dan dua pertiga pasien yang masuk ke rumah sakit di Wuhan. Rata-rata dari mereka pernah berhubungan dengan tersebut.

Pasar Makanan Laut Huanan

Pasar Makanan Laut Huanan merupakan pasar hewan dan makanan laut hidup di Distrik Jianghan, Wuhan, Hubei, Tiongkok. Pasar Huanan mendapat perhatian media setelah diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Desember 2019 tentang pandemi koronavirus di Wuhan.

Di Pasar Huanan setidaknya ada satu orang pedagang yang menjual berbagai binatang liar termasuk serangga, burung merak, dan landak.

Salah seorang pegiat binatang bernama Xu Yuexin sudah lama menjadi aktivis yang menentang penjualan bintang liar di Guangdong, salah satu provinsi yang paling padat penduduknya di China.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2