Memanen Manisnya Khasiat Belimbing Manis

Klikhijau.com – Karena merasa suntuk. Saya bergeser keluar ke teras kios milik Darvin—tempat kami bertamu di Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Bulukumba. Melihat pemandangan dan merasakan suasan...

Memanen Manisnya Khasiat Belimbing Manis
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Belimbing manis memiliki sifat yang menarik, sebab mampu menghasilkan buah hampir sepanjang tahun.

Dengan tingga hanya sekitar 5-7 meter. Buahnya tidaklah terlalu sulit untuk dipanen. Saat saya “dipanenkan” oleh Darvin buah belimbing manisnya itu. Darvin hanya menggunakan kayu yang tidak terlalu panjang lalu menjoloknya. Buahnya pun berjatuhan

“Saat kulit buahnya kuning, rasanya akan manis,” jelasnya.

Malam itu, karena buah yang telah kuning sudah habis dipanen warga sekitar kiosnya, maka yang saya dapat hanyalah yang hijau saja—masih mentah. Namun, rasa manisnya tetap terasa.

Tanaman belimbing manis berbentuk kecil dan menarik, tumbuh lambat dengan batang pohon yang kecil atau  berbentuk  semak,  memiliki  banyak  batang (ranting) dan diameter  penjalarannya  bisa  mencapai  20-25  kaki (Chakraborty,  2013).  Buah  ini memiliki  rasa  manis  dan  juga  asam.

Pertumbuhan dan masa berbuahnya sebenarnya tidak lambat-lambat amat. Belimbing manis yang ditanam Darvin itu, misalnya. Dia baru menanamnya sekitar 2005 lalu. Dan telah beberapa tahun belakang ini mulai berbuah.

Kandungan dan manfaat

Buah belimbing mengandung vitamin C dan juga banyak mengandung antioksidan yang mampu mencegah penyakit kanker.

Selain  itu,  buahnya juga  mempunyai  sifat farmakologi  sebagai  antioksidan,  anti  inflamasi,  anti  mikroba atau anti  jamur,  dan  anti tumor (Anindyawati, 2017)

Mardhatilla dkk (2022) menguraikan jika belimbing manis secara tradisional dapat digunakan dalam pengobatan sakit kepala, demam, dan sakit tenggorokan dan mempunyai potensi sebagai gastroprotektor.

Hal lain yang menarik dari tanaman ini adalah kandungan kalium dan seratnya yang tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah. Kandungan kalium dalam satu buah belimbing dengan berat 127 g adalah sebesar 207 mg (Berawi dan Pasya 2016),

Buahnya yang manis dari tanaman ini  juga mengandung rendah akan lemak, mengandung antioksidan dan mengandung vitamin C.

Sementara ekstrak buahnya juga memiliki kandungan  anti  bakteri  yang  dapat  menghambat  pertumbuhan Escherichia colidan Staphylococcus(Kaushal & Srivastava, 2021).

Kandungan saponin dari ekstrak buah ini mengganggu metabolisme, mampu merusak dinding   sel   dan   berakhir   dengan kematian bakteri.

Buah dari belimbing manis juga dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit   batuk,   keracunan   makanan,   penurun   tekanan   darah,   pereda   nyeri, menurunkan kadar  kolesterol, mencegah    kanker, dan memperlancar saluran pencernaan.

Selain itu, dapat pula dimanfaatkan  untuk mencegah dan mengatasi sakit tenggorokan, sebagai antioksidan, menurunkan panas (demam), mencegah sariawan, mengobati jerawat, menghilangkan rasa mual dan muntah, melancarkan air seni, mengeluarkan dahak dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Kandungan  pada  belimbing  manis  berupa  pektin,  gula  dan asam cocok digunakan sebagai komponen dalam pembentukan gel pada suatu produk.

Tidak hanya buahnya, tetapi daunnya juga  memiliki  kandungan  anti  radang  yang  bisa digunakan  sebagai  teh  herbal,  untuk  mengobati  bisul,  pilek,  dan  juga  radang  usus (Berawi   &  Pasya,  2016).

Buah mudah rusak

Tanaman  belimbing  manis bukan hanya terdapat di Indonesia, tetapi banyak  terdapat  di  negara yang  beriklim  tropis,  seperti  Malaysia,  Taiwan,  Thailand,  Israel,  Florida,  Brazil, Filipina,  China,  Australia,  Indonesia,  India,  dan  Bangladesh.

Sayangnya, meski buah tanaman ini memiliki banyak manfaat, namun ada satu kendala yang sulit diurai, yakni buahnya yang  dipanen akan   mengalami metabolisme.   Metabolisme adalah  hal   penting. Salah  satu   hasil   dari metabolisme  buah  menjadi  matang  dan  siap  dikonsumsi.

Namun  permasalahan  akan timbul  ketika  terjadi  metabolisme  yang  terlalu  cepat. Karena hal itu akan  menyebabkan  proses pematangan  buah  menjadi  semakin  cepat.

Jika itu terjadi, maka buah  belimbing manis yang melimpah akan jadi masalah, selain harganya yang rendah, umur simpannya juga pendek. Karena akan  menyebabkan belimbing  mengalami  kebusukan(Pham  et al., 2022).

Azizu dkk (2023) mengatakan, belimbing  mempunyai  sifat  mudah  rusak,  sehingga  perlu  dilakukan  pengolahan untuk  memperpanjang  daya  simpan  maupun  meningkatkan  nilai  ekonomis  dalam bentuk  olahan,  yaitu  memanfaatkan  sari  buah  belimbing.

Namun, jika kamu ingin menikmati belimbing manis satu hingga dua biji saja, sila ke depan kios Darvin. Belimbing manis milikinya yang tumbuh di pinggir jalan bisa kau panen sendiri, seperti yang saya, Jupri, dan Adi lakukan malam itu saat bertamu.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2