Melirik Potensi Bambu dari Momen Hari Bambu se-Dunia 2022

Klikhijau.com - Hujan gerimis yang datang sejak pagi, diam-diam menciptakan rindu akan Kampoeng Bambu Toddopulia. Ingatan waktu yang telah berjarak mengabadi hingga saya luput dari momen Hari Bambu se...

Melirik Potensi Bambu dari Momen Hari Bambu se-Dunia 2022
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Klikhijau.com - Hujan gerimis yang datang sejak pagi, diam-diam menciptakan rindu akan Kampoeng Bambu Toddopulia. Ingatan waktu yang telah berjarak mengabadi hingga saya luput dari momen Hari Bambu seDunia 2022.

Dua hari berlalu, Hari Bambu Sedunia 2022 diperingati setiap tanggal 18 September. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang konservasi tanaman yang sangat bermanfaat ini.

Sebagaimana dilansir dari laman worldbamboo.net, bambu adalah flora alami di bagian dunia yang beriklim sedang, tropis dan subtropis. Tanaman asli di setiap benua kecuali Eropa dan Antartika, dan perkiraan terbaru adalah bahwa mungkin ada sekitar 50 juta hektar bambu di seluruh dunia. Jumlah itu menghampiri 124 juta hektar.

[caption id="attachment_26297" align="alignnone" width="720"]hari bambu Penulis saat foto bersama di Kampoeng Bambu Toddopulia - Foto: Ist[/caption]

Potensi yang Berkelanjutan

Bambu sangat cocok dengan mosaik lanskap dalam penggunaan lahan yang saling bergantung. Lahan terdegradasi di seluruh dunia, dengan habitat yang beragam, dapat ditanami kembali dengan bambu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendeklarasikan 2021 hingga 2030 sebagai ‘Dekade Restorasi Ekosistem’ – seruan global besar-besaran untuk bertindak untuk memobilisasi dukungan politik dan keuangan yang diperlukan untuk memulihkan ekosistem yang terdeforestasi dan terdegradasi selama dekade mendatang.

Sebagai anggota Global Compact PBB, Organisasi Bambu Dunia mendukung inisiatif ini, dan melihat potensi nyata di mana bambu dapat membantu banyak Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Organisasi Bambu Dunia juga telah ikut menandatangani Deklarasi Kew tentang Reboisasi untuk Keanekaragaman Hayati, Penangkapan Karbon dan Mata Pencaharian untuk melindungi dan memulihkan hutan dunia.

Manifesto penting ini menguraikan permintaan utama kepada pembuat kebijakan, pemodal dan praktisi reboisasi, untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik untuk reboisasi global untuk menjaga keanekaragaman hayati hutan, mengurangi perubahan iklim dan meningkatkan mata pencaharian.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2