Melacak Kendaraan yang “Tak Berdosa” sebagai Penyebab Polusi Udara
Klikhijau.com – Kendaraan bermotor mulai sulit dipisahkan dari rutinitas manusia. Kehadirannya dianggap solusi, terutama sebagai penggerak ekonomi. Dengan adanya kendaraan bermotor, mobilitas masy...
Klikhijau.com – Kendaraan bermotor mulai sulit dipisahkan dari rutinitas manusia. Kehadirannya dianggap solusi, terutama sebagai penggerak ekonomi.
Dengan adanya kendaraan bermotor, mobilitas masyarakat semakin lancar dan meluas. Tempat yang jauh menjadi dekat. Pergerakan pun semakin cepat.
Namun, perubahan aktivitas berkendara itu memakan korban pula. Ia menggerus keberadaan kendaraan yang menggunakan tenaga manusia atau hewan.
Masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan bermesin. Pergerakan waktunya lebih cepat. Pun jika ingin mengangkut barang muatnya lebih banyak.
[irp]
Maka secara otomatis kendaraan tanpa “asap” pun tersingkir. Sayangnya meski membawa banyak manfaat. Kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor membawa pula petaka yang bernama pencemaran udara atau polusi udara.
Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia. Sehingga melampaui baku mutu udara yang telah ditetapkan.
Setidaknya ada tiga yang menjadi sumber pencemaran udara, yakni sumber alami, sumber pedesaan (pertanian), dan sumber perkotaan dan industri.
Sumber perkotaan dan industri ini, di dalamnya termasuk kendaraan bermotor. Di kota-kota besar, termasuk di Indonesia polusi udara yang disebabkan kendaraan bermotor sangat tinggi.
Adanya polusi udara memberi dampak buruk bagi kesehatan makhluk hidup, kerusakan lingkungan, ekosistem, dan hujan asam.
Semakin meningkat pertumbuhan suatu kota atau daerah. Maka akan beriringan pula dengan meningkatnya kegiatan manusia. Itu berarti pula akan semaki bertambah jumlah kendaraan di jalan yang berakibat pada penurunan kualitas udara.
Namun demikian, di Indonesia kita masih bisa menemukan adanya kendaraan yang suci dari penyebab polusi udara, yaitu:
-
Becak
-
Sepeda
-
Delman/bendi
Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota Naik delman istimewa ku duduk di muka Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja Mengendarai kuda supaya baik jalannya, hei
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda
Tiga jenis kendaraan di atas, bisa dikategorikan sebagai kendaraan yang paling ramah lingkungan—yang tak berdosa sebagai penyumbang polusi udara. [irp]