Melacak Ancaman Kepunahan Gajah Sumatera dan Strategi Menyelamatkannya

Klikhijau.com – Perubahan status gajah Sumatera sejak tahun  2011 lalu. Sudah seharusnya melahirkan keresahan di hati kita masing-masing. Sejak kehilangan lebih dari 69 persen habitatnya dalam wakt...

Melacak Ancaman Kepunahan Gajah Sumatera dan Strategi Menyelamatkannya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Perubahan status gajah Sumatera sejak tahun  2011 lalu. Sudah seharusnya melahirkan keresahan di hati kita masing-masing.

Sejak kehilangan lebih dari 69 persen habitatnya dalam waktu 25 tahun. Status gajah Sumatera berubah dari terancam punah menjadi sangat terancam punah.

Meskipun subspesies ini dilindungi oleh undang-undang konservasi di Indonesia, International Union for Conservation in Nature (IUCN) memproyeksikan bahwa setidaknya 85% habitat mereka berada di luar kawasan lindung. Pada tahun 2017, diperkirakan populasi gajah liar sumatera hanya 1.724 individu .

Ancaman kehilangan gajah Sumatera saling terkait dan cukup beragam. Berikut beberapa penyebab ancaman kepunahannya:

[irp]



  • Masifnya penggundulan hutan



Laju deforestasi atau penggundulan hutan berada di garis depan. Di Sumatera laju deforestasi sangat cepat. Bahkan memiliki tingkat deforestasi terburuk di Asia dikarena industri kertas komersial dan perkebunan kelapa sawit.

Hilangnya tutupan hutan juga membuat gajah lebih rentan terhadap perburuan dan selanjutnya memecah populasi yang tidak dapat berkembang biak atau mencari makan dengan sukses sebagai hasilnya.

Hal paling disayangkan pula adalah hutan di Sumatera dominan terdiri dari tanah gambut dalam , sumber karbon yang sangat besar yang melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer saat pohon ditebang.

Studi menunjukkan bahwa Sumatera kehilangan total 25.909 mil persegi (rata-rata 1.439 mil persegi per tahun) antara 2001 dan 2018, serta 68% hutan timurnya antara 1990 dan 2010. Hutan dataran rendah, tempat sebagian besar gajah hidup, lebih rentan terhadap serangan

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: