Masyarakat Diimbau Tak Beraktivitas di Sungai Jeneberang, Ini Alasannya!
Klikhijau.com – Hujan masih menderas hingga sore ini. Hujan berkepanjangan selalu membawa kekhawatiran yang tanak bagi masyarakat. Ada banyak ancaman yang kadang menyertainya. Karena hujan pula, hi...
Klikhijau.com – Hujan masih menderas hingga sore ini. Hujan berkepanjangan selalu membawa kekhawatiran yang tanak bagi masyarakat. Ada banyak ancaman yang kadang menyertainya.
Karena hujan pula, hingga akhirnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Sulawesi Selatan, membuka pintu pelimpahan air Bendungan Bili-bili di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin, 6 April 2020
Pembukaan pintu pelimpahan itu dilakukan pada malam hari. Namun, meski pintu pelimpahan dibuka, menurut Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Supardji kondisinya masih aman.
Tentu masih sangat basah di ingatan perihal peristiwa setahun lalu. Saat itu, ketika pintu air bendungan dibuka karena tinggi air melebihi batas normal, Gowa dan Makassar diterjangan banjir.
[irp]
Dan kita patut melangitkan harapan dan doa-doa, semoga perisitwa itu tidak terulang. Cukup kita mendatap ujian kedatangan Covid-19 yang membuat panik, takut, dan resah.
Dengan adanya pembukaan pintu pelimpahan air Bendungan Bili-bili setinggi 15 centimeter. Bertujuan untuk mengetahui batas elevasi normal pintu air Bendungan Bili-bili mencapai 99.50 meter dari permukaan laut (Mdpl).
"Karena ini curah hujan yang cukup tinggi di hulu, sudah mau batas normal elevasinya sekarang 99.41 Mdpl. Kalau tidak dibuka dan hujan terus di hulu nanti tidak bisa terkendali, jangan sampai kita kejadian lagi seperti 2019 lalu jadi kita antisipasi," kata Supardji, Senin, 6 April 2020 kemarin.
Curah hujan memang cukup tinggi beberapa hari terakhir, termasuk di kampung saya, Kindang, Bulukumba.