Margini, Ratu Daur Ulang Sampah dari Riau yang Karya-Karyanya Memukau

Klikhijau.com – Perjuangan seorang Margini (37) untuk terus memperkenalkan hasil karyanya dari daur ulang sampah tiada henti. Semangatnya seperti api yang membara, tiada pernah padam. Walau di tengah...

Margini, Ratu Daur Ulang Sampah dari Riau yang Karya-Karyanya Memukau
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Perjuangan seorang Margini (37) untuk terus memperkenalkan hasil karyanya dari daur ulang sampah tiada henti. Semangatnya seperti api yang membara, tiada pernah padam. Walau di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, Margini terus berpacu. Beragam hasil karya dibuatnya, mulai dari keranjang yang dianyam dari sampah plastik berwarna hingga baju berbahan sampah.

Bahkan, pada pekan kedua di bulan Februari 2020 lalu, Margini harus lembur bekerja. Ia sedang membuat banyak kreasi karya berbahan sampah antara lain tas, tirai, tikar, keranjang dan banyak lagi. Pasalnya, pada 20 Februari 2020, Margini mengikuti sebuah Pameran di Kantor Camat Bandar Petalangan Riau. Peminat buah tangannya membludak.

Walhasil, pada pameran yang diikuti oleh ibu-ibu pengurus PKK Kecamatan Bandar Petalangan, barang jualan Margini laku keras. Margini merasa sangat bersyukur karena hasil kerajinannya diborong di pameran. “ Semoga bermanfaat yah ibu dan untuk ke depannya mudah-mudahan lebih banyak lagi peminatnya,” tutur Margini di akun Facebooknya.

Begitulah keseharian Margini yang tidak pernah lepas dari pekerjaannya mendaur ulang sampah. Pemesannya terus berdatangan dan ia pun senantiasa sigap berkreasi.

Di rumahnya, di Kompleks PT Serikat Putra, Riau, hasil kerajinan Margini dipajang. Hampir semua hasil karyanya dipajang, sebagian digunakannya untuk kebutuhannya sendiri. Sebagian lagi jadi koleksi untuk dilihat bagi para pemesan yang berkunjung. Margini ingin semua orang melihat betapa sampah dapat bernilai uang dengan cara kreasi daur ulang.

[irp]

Margini yang prihatin kepungan sampah

Semua bermula dari kerisauan terhadap banyaknya sampah plastik bergelimang di sekitarnya. Margini yang memang memiliki warung jualan, seringkali kewalahan sendiri mengurusi beban sampah plastik. Ia mulai cemas, karena setiap saat, ia dan warga di sekitarnya terbiasa membakar sampahnya. Polusi udara mulai menggerogitinya.

Inisiatifnya untuk berbuat pun dimulai. Lima tahun yang lalu, persisnya. “Saya mulai berpikir bagaimana cara mendaur ulang sampah plastik agar tak dihantui polusi pembakaran sampah,” kata Margini pada Klikhijau, Sabtu 6 Maret 2020.

Margini memulai aksinya dari rumah. Diam-diam ia pun mengumpulkan sampahnya sendiri agar tak berakhir di pembakaran. Ia pun mencoba membuat benda-benda kreatif memanfaatkan limbah plastik seperti tas belanja, dompet, tempat pot bunga, tempat permen, rompi, tikar dan pakaian daur ulang.

Setiap kali ia sukses menciptakan karya tertentu, Margini selalu memperlihatkannya pada tetangga maupun di sosial media. Beragam tanggapan selalu ia terima, namun sebagian besar memuji bahkan memesan hasil kerajinannya. Margini terus bergerak untuk memperbaiki kualitas karyanya. Setali tiga uang, pembeli mulai berdatangan. Semakin banyak peminat karyanya dan ia semakin semangat.

[irp]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2