Malluka' Singkeru, Tradisi Pesta Panen Tahunan di Desa Lamiku Wajo

Klikhijau.com - Pesta panen atau Mallukka’ singkeru adalah tradisi masyarakat di Desa Lamiku, Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Ritus budaya ini digelar sebagai bentuk syukuran dan...

Malluka' Singkeru, Tradisi Pesta Panen Tahunan di Desa Lamiku Wajo
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pesta panen atau Mallukka’ singkeru adalah tradisi masyarakat di Desa Lamiku, Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Ritus budaya ini digelar sebagai bentuk syukuran dan ajang silaturahmi sesama penduduk.

Mallukka’ Singkeru ini diadakan khusus pasca panen padi setiap tahunnya. Tahun ini, ritus budaya yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) ini digelar pada Rabu 20 Agustus 2021.

Adapun rangkaian acaranya terdiri dari Mappadendang dan Tudang Manre Sipulung (Tarian khas pesta panen dan duduk makan bersama).

Prosesi acara Mappadendang diselenggarakan di awal acara layaknya menyambut warga menuju sanggar tani. Terlihat ada 1 hingga 6 orang yang secara umum lebih banyak dimainkan oleh para orang tua.

Sesekali bisa bergantian dengan pengunjung atau warga untuk mencoba melakukan tradisi ini. Cara memainkannya cukup unik dan tentu persyaratan utamanya yaitu kekompakan agar bunyi ketukan bambu terdengar senada dan berirama.

Adapun yang menjadi bahan tumbukan bambu yaitu padi yang sudah matang dan belum diolah disimpan di dalam kotak kayu (lesung) untuk ditumbuk dengan iringan nada yang khas disertai dengan lagu bugis Mappadendang.

Terdapat keseruan tersendiri baik dalam memainkan tradisi ini maupun menjadi penonton. Hal itu karena yang menjadi penumbuk/pemain adalah orang tua dengan gerak geriknya yang tidak membosankan.

Sementara itu, rangkaian acara kedua yaitu Tudang Manre Sipulung atau duduk makan bersama, tradisi ini dilakukan di sanggar tani.

Menariknya, seluruh dana yang dikumpulkan untuk makan bersama di acara ini berasal dari uang masyarakat yang di sumbangkan secara kesepakatan, Sumbangan tersebut berasal dari Desa Lamiku terkhususnya di Dusun Sarammae yang rerata menyumbang Rp. 20 ribu setiap rumah.

Dari sumbangan warga tersebut, terkumpullah sejumlah dana yang kira-kira cukup untuk membeli satu ekor sapi. Sapi inilah yang kemudian disembelih, diolah bersama-sama dan juga dikonsumsi bersama selama proses pesta penen berlangsung.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2