Makassar Menuju Kota Dunia, Kota Macet atau Kota Berpolusi Udara Tertinggi?

Klikhijau.com – “Kita lewat sini saja,” kata driver ojek online yang mengantar saya ke Jalan Sukaria di suatu sore. Ia menunggu dengan gelisah lampu hijau menyala di depan gedung Dewan Perwakilan Raky...

Makassar Menuju Kota Dunia, Kota Macet atau Kota Berpolusi Udara Tertinggi?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – “Kita lewat sini saja,” kata driver ojek online yang mengantar saya ke Jalan Sukaria di suatu sore. Ia menunggu dengan gelisah lampu hijau menyala di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar di Jalan Andi Pangeran Pettarani.

Sejak saya menaiki motornya dari Sungguminasa, kami berbincang berbagai hal. Salah satunya adalah macet. Ia lebih banyak mengeluh sebab macet membuat aktvitasnya tersendat

“Jika lewat jalan Boulevard lebih macet lagi. Kadang motor tak bisa bergerak,” lanjutnya. Saya mengiyakan saja, sebab saya juga kadang mengalaminya. Meski tak sesering yang dialami oleh driver ojek online yang tiap hari harus bertarung di jalan—mengantar penumpangnya.

Saat lampu hijau menyala, ia mengendarai motornya dengan pelan, sebab banyak kendaraan di depan dan kiri kanannya.

[irp posts="3233" name="Ini Penyebab Polusi Udara, Salah Satunya Mungkin Sering Kita Lakukan"]

“Macet sekarang tak lagi mengenal jam tertentu dan tempat,” ungkapnya. Lagi-lagi saya harus mengiyakannya, sebab saya juga biasa mengalaminya, apalagi sejak Jalan Andi Pangeran Pettarani disekat-sekat karena proses pengerjaan jalan tol layang, banyak pengendara   mencari jalan alternatif agar terhindari dari macet.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: