Makassar Menuju Kota Dunia, Kota Macet atau Kota Berpolusi Udara Tertinggi?

Klikhijau.com – “Kita lewat sini saja,” kata driver ojek online yang mengantar saya ke Jalan Sukaria di suatu sore. Ia menunggu dengan gelisah lampu hijau menyala di depan gedung Dewan Perwakilan Raky...

Makassar Menuju Kota Dunia, Kota Macet atau Kota Berpolusi Udara Tertinggi?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – “Kita lewat sini saja,” kata driver ojek online yang mengantar saya ke Jalan Sukaria di suatu sore. Ia menunggu dengan gelisah lampu hijau menyala di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar di Jalan Andi Pangeran Pettarani.

Sejak saya menaiki motornya dari Sungguminasa, kami berbincang berbagai hal. Salah satunya adalah macet. Ia lebih banyak mengeluh sebab macet membuat aktvitasnya tersendat

“Jika lewat jalan Boulevard lebih macet lagi. Kadang motor tak bisa bergerak,” lanjutnya. Saya mengiyakan saja, sebab saya juga kadang mengalaminya. Meski tak sesering yang dialami oleh driver ojek online yang tiap hari harus bertarung di jalan—mengantar penumpangnya.

Saat lampu hijau menyala, ia mengendarai motornya dengan pelan, sebab banyak kendaraan di depan dan kiri kanannya.

“Macet sekarang tak lagi mengenal jam tertentu dan tempat,” ungkapnya. Lagi-lagi saya harus mengiyakannya, sebab saya juga biasa mengalaminya, apalagi sejak Jalan Andi Pangeran Pettarani disekat-sekat karena proses pengerjaan jalan tol layang, banyak pengendara   mencari jalan alternatif agar terhindari dari macet.

“Iye, Daeng, kadang kita menghindari macet, tapi bertemu macet,” kataku

“Itu juga masalahnya,” balasnya, motornya bergerak pelan.

“Sangat susah sekarang mencapai target,” keluhnya.

Persoalan macet bukan hanya dialami Makassar, tetapi juga beberapa kota di Indonesia bahkan dunia. Macet membuat dahi berkerut, bahkan kerap mendengar ungkapan “tua di jalan” atau “kering di jalan”. bukan hanya itu, macet juga bisa menyebabkan polusi udara dan melahirkan penyakit

Lalu kenapa Makassar menjadi kota yang sangat macet? Menurut Dosen Departemen Perencanaan Wilayah Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Prof Dr Eng Ananto Yudono, salah satu penyebab kemacetan di Makassar adalah pesatnya pertambahan volume kendaraan bermotor yang tidak diimbangi oleh penambahan kapasitas jalan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2