Lebih Produktif Menulis dalam Masa Social Distancing
Klikhijau.com - Pembatasan sosial atau “social distancing” adalah kondisi dimana kita harus membatasi pertemuan dengan orang lain dan kalaupun bertemu, harus menjaga jarak aman minimal 1 meter. Bel...
Klikhijau.com - Pembatasan sosial atau “social distancing” adalah kondisi dimana kita harus membatasi pertemuan dengan orang lain dan kalaupun bertemu, harus menjaga jarak aman minimal 1 meter.
Belakangan juga disebut dengan nama “physical distancing yang maknanya kurang lebih sama. Menjaga jarak fisik dengan orang lain.
Apa-apa yang sebelumnya boleh seperti ngopi di mall, makan, jalan-jalan, atau nonton dan bertemu banyak orang, bahkan hingga pengajian dan salat berjamaah di masjid, juga saat ini harus dibatasi.
Tujuan pembatasan ini adalah agar penyebaran virus corona tidak meluas. Virus baru ini tersebar begitu cepat, terutama lewat pertemuan antar manusia. Coronavirus saat ini bisa disebut sebagai "musuh tak terlihat" bagi manusia.
[irp]
Bagi seorang penulis “social distancing” adalah kesempatan yang baik untuk memperbanyak dan memperdalam gagasan dalam bentuk tulisan.
Pertama, kita harus membiasakan diri untuk memikirkan apa topik yang mau ditulis. Topik ini banyak sekali macamnya dan kita bisa dapat inspirasi dari membaca. Semakin banyak kita membaca makin cepat juga kita dapat ide.
Saya pribadi mendapatkan banyak inspirasi menulis, bahkan kata-kata kunci, berasal dari bacaan terutama yang berbahasa Inggris. Sebagai manusia pembelajar, saya harus terus berlatih untuk membaca lebih cepat, mengerti lebih dalam, dan menulis lebih produktif.
Saya sering membaca artikel di laman Foreign Affairs untuk memperkaya gagasan terutama dalam politik internasional, termasuk dalam isu virus yang jadi masalah global. Banyak penulis hebat yang menuangkan idenya di situ.
[irp]