Lebih Dua Dekade Tak Terlihat, Empat Ekor Jalak Putih Kembali ke TWA Angke

oleh -198 kali dilihat
Lebih Dua Dekade Tak Terlihat, Empat Ekor Jalak Putih Kembali ke TWA Angke
Momen pelepasliaran burung Jalak Putih di TWA Angke Jakarta - Foto/Dok.KLHK

Klikhijau.com – Terakhir kali terlihat pada 1996, burung jalak putih (Acridotheres melanopterus) kini bisa kembali ke Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk Jakarta.

Yah, empat ekor jalak putih dilepasliarkan di TWA Angke pada Jumat (28/5). Burung langkah ini dilepasliarkan sebagai upaya perdana reintroduksi jalak putih ke kawasan ini.

Selain 4 jalak putih, KLHK juga melepasliarkan puluhan ekor burung lainnya.  Antara lain 4 ekor pecuk padi (Phalacrocorax sulcirosttis), 10 ekor kowak malam (Nycticorax nycticorax), 4 ekor kuntul kerbau (Bubulcus ibis), dan 43 ekor tekukur (Streptopelia chinensis).

Dari laman resmi KLHK disebutkan bahwa jenis burung  yang dilepasliarkan ini merupakan hasil pengembangbiakan yang dilakukan oleh Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah, Taman Margasatwa Ragunan dan penangkar Sinaga Wiyogo di Jakarta.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno memimpin langsung sesi penting ini.

“Dengan mengucapkan bismillahirahmanirrahim, kita lepaskan burung jalak putih. Semoga hidup bahagia di alam. Tempat terbaik bagi satwa adalah di habitatnya,” ujar Wiratno sembari membuka kandang jalak putih yang dilepasliarkan ke TWA Angke.

Menurut Wiratno, kawasan konservasi ini mulai pulih setelah direstorasi sejak tahun 2006. Keberhasilnnya ditandai dengan adanya peningkatan tutupan vegetasi khususnya bakau. JUga ditemukannya kembali berbagai jenis burung di kawasan ini.

KLIK INI:  20 Individu Kura-kura Leher Ular Rote Mencicipi Aroma Alam Liar
Kolaborasi mencegah perburuan liar

Untuk memperkaya keanekaragaman dan meningkatkan populasi satwa di habitatnya, KLHK mencanangkan kegiatan pelepasliaran satwa bertajuk “Living in Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negara”.

Kegiatan ini rencananya akan dilakukan oleh 25 Unit Pelaksana Teknis Ditjen KSDAE di seluruh Indonesia.

Staf Khusus Menteri Bidang Konstitusionalitas Kemasyarakatan, Kelik Wirawan, mengatakan kegiatan ini bagian dari upaya KLHK dan para mitra dalam mengembalikan satwa liar ke habitat alaminya.

jalak putih
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno memimpin langsung sesi pelepasliaran puluhan burung dilindungi di TWA Angke – Foto/Dok KLHK

Kegiatan ini juga merupakan upaya edukasi kepada masyarakat, agar turut berperan aktif dalam kegiatan perlindungan satwa di habitat alaminya. Dan sebagai upaya mencegah terjadinya perburuan (illegal trade) satwa liar.

“Sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan, kegiatan perlindungan dan pelepasliaran satwa liar ini perlu lebih diekspos. Kita harapkan kegiatan ini harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus bisa menjadi gaya hidup pelestarian alam,” katanya.

Pelepasliaran burung di TWA Angke Kapuk ini merupakan salah satu pencapaian KLHK dalam mewujudkan ex-situ link to in-situ.

Kontribusi nyata konservasi ex-situ (di luar habitatnya) terhadap populasi di in-situ (di habitat alamnya). Ini diharapkan dapat memperkaya keanekaragaman hayati Ibukota Negara dan memotivasi seluruh pegiat konservasi untuk terus bekerjasama untuk mewujudkan “Living In Harmony with Nature .

Pelepasliaran satwa di TWA Angke Kapuk juga dihadiri oleh artis dan pegiat satwa Irfan Hakim, perwakilan Korea Indonesia Forest Center, dan instansi terkait lainnya termasuk media. Juga komunitas dan generasi muda sebagai salah satu mesin penggerak “citizen science”, demi tercapainya pelestarian satwa liar endemik Indonesia.

KLIK INI:  KLHK Gagalkan 'Illegal Trade' 1.752 Ekor Burung di Jalan Lintas Sumatera