Kuskus, Si Imut yang Jadi Spesies Kunci Jazirah Sulawesi

Klikhijau.com –  Kuskus. Perkenalan saya dengannya cukup mengagetkan. Suatu malam, ketika kelambu telah terpasang, lampu telah padam, dan tubuh telah terbaring  di tempat tidur. Sebuah suara cukup...

Kuskus, Si Imut yang Jadi Spesies Kunci Jazirah Sulawesi
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com –  Kuskus. Perkenalan saya dengannya cukup mengagetkan. Suatu malam, ketika kelambu telah terpasang, lampu telah padam, dan tubuh telah terbaring  di tempat tidur.

Sebuah suara cukup nyaring terdengar dari dinding papan. Awalnya saya abaikan saja. Mengira itu kelakuan Pingky (nama kucing di rumah)—yang sedang mengejar tikus buruannya.

Namun, semakin lama suaranya semakin nyaring dan mencurigakan. Rasa penasaran membuat saya terbangun, menyingkap kelambu lalu menyalakan lampu.

Begitu lampu menyala, di ujung dinding paling atas kamar saya, terdapat satwa yang tak biasa. Itu bukan Pingky.

Warnanya terlihat agak hitam. Saya tak tahu itu jenis satwa apa. Jarak saya dengannya sekitar 3 meter. Saya menatapnya, ia menatap balik—kami bersitatap. Aah romantis, bukan?

Saya beranjak perlahan ingin menangkapnya. Namun gagal, hanya bagian ekornya saja yang mampu tersentuh.

Ia berlari ke lego-lego (beranda), saya mengejarnya. Ia berhenti—mungkin karena silau oleh cahaya lampu di beranda rumah.

Ia berusaha sembunyi, namun tak mungkin. Saya leluasa melihatnya, bahkan sangat mungkin bisa menangkapnya, tapi dengan risiko yang tak sedikit, saya bisa saja jatuh dari ketinggian 3 meter jika melakukannya.

Saya masuk ke rumah mencari kayu, tapi begitu kembali ke lego-lego. Satwa itu telah tiada, lari ke atas para (bagian atas rumah panggung).

Dan perjumpaan saya dengannya pun berakhir. Saya hampir lupa peristiwa itu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2