Kuskus, Si Imut yang Jadi Spesies Kunci Jazirah Sulawesi

Klikhijau.com –  Kuskus. Perkenalan saya dengannya cukup mengagetkan. Suatu malam, ketika kelambu telah terpasang, lampu telah padam, dan tubuh telah terbaring  di tempat tidur. Sebuah suara cukup...

Kuskus, Si Imut yang Jadi Spesies Kunci Jazirah Sulawesi
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Hingga tanggal 4 Agustus 2021 lalu pada pukul 22.43 seseorang mengirimi saya foto via  Whatsapp “Kalau ini, minatki?” tanyanya memberi keterangan pada fotonya.

“Apa itu?”  tanya saya

“Memu.”  Jawabnya.

Endemik Sulawesi

Foto itu kemudian saya teruskan kepada Safira Arda Meyla,  seorang mahasiswa tingkat akhir Insitut Pertanian Bogor (IPB)—yang belum lama ini meneliti tarsius di Kabupaten Maros.

“Ini apa ya?” tanya saya pada keterangan foto yang meluncur kepadanya.

“Ini kuskus, setahu saya ini di lindungi,” jawabnya

Safira kemudian memberi saran bagaimana memperlakukan satwa yang masuk ke wilayah manusia, sebaiknya dibiarkan saja, mungkin akan kembali ke habitatnya di hutan. Namun, jika datang terus dan dikhawatirkan menimbulkn masalah sebaiknya di laporkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA)

Tak hanya Safira, foto itu saya  kirim pula ke Ismali, salah seorang petugas di Taman Nasional Bantimurung, Maros, juga  kepada  kepala BBKSDA Sulawesi Selatan,  Thomas Nifinluri.

Ismail berbaik hati, ia mengirimi saya ebook  yang berjudul  Manual Edintifikasi dan Bio-Ekologi Spesies Kunci Sulawesi 2020  yang ditulis oleh Abdul Haris Mustari. Di dalam buku itu terdapat juga kuskus.

Saya berpikir kuskus hanya satu jenis, tapi dari buku digital yang dikirimkn itu, saya  tahu ternyata ada tiga jenis kuskus yang menghuni jazirah Sulawesi dan merupaka  satwa endemik yang dilindungi. Ini 3 jenis kuskus di tanah Sulawesi:



  • Kuskus beruang Sulawesi



Kuskus beruang Sulawesi biasa juga disebut kuskus Sulawesi.  Ia memiliki  ukuran tubuh hampir seperti kucing atau bahkan bisa lebih besar. Panjangnya  badannya 56 cm, ekornya 54.

Sedangkan untuk  beratnya dapat mencapai 8 kg.   Warna tubuh antara jantan dan betina tidak ada perbedaan. Demikian pula ukuran bagian tubuhnya, termasuk ekor. Untuk ekor ukurannya hampir sama dengan ukuran badannya.

Pada ujung ekornya yang tidak ditumbuhi bulu, berfungsi  sebagai pengikat untuk bergelantungan atau melilit batang dahan pohon saat mencari makan dan dapat digunakan sebagai alat untuk menggantung.

Ekornya itulah   menahan seluruh beban tubuh dengan posisi kepala di bawah saat mencari makan di pohon. Ekornya sangat kuat.

Satwa jenis ini memiliki daun telinga pendek hampir tidak terlihat karena tersembunyi di bawah rambut-rambut kepala, bagian luar dan dalam telinga berambut.

Kuskus beruang sulawesi merupakan satwa yang pendiam, hampir tak bersuara kecuali kalau terganggu. Jika terganggu akan mengeluarkan suara decak yang disela dengan engahan keras.

Ia memiliki warna dasar tubuh bagian atas  hitam pucat dengan rambut bagian punggung berwarna cokelat kehitaman, beberapa rambut bagian tubuh lain berwarna kuning kecokelatan atau lebih pucat.

Ia bertingkah laku lambat  bergerak   dari satu pohon ke pohon lainnya menggunakan ekor prehensil-nya dan tangan serta kakinya.  Kuskus ini  aktif pada siang hari (diurnal).



  • Kuskus beruang talaud



Penamaan kuskus beruang talaud karena berdasarkan  habitat alaminya di Kepulauan Sangihe dan Talaud.

Ia memiliki ukuran  lebih kecil dibanding kuskus beruang Sulawesi. Panjang tubuhn dan kepala  56 cm, panjang ekornya 54 cm dan beratnya mencapai 8 kg.

Antara jantan dan betina warna tubuhnya tidak ada perbedaan.  Ujung rambutnya berwarna lebih kekuningan dibandingkan kuskus  beruang sulawesi.

Ia  akan mulai aktif pada pagi hari dan beristirahat pada siang hari, kemudian menunjukkan peningkatan aktivitas pada  sore hari.



  • Kuskus tembung



Kuskus ini di kenal juga dengan kuakus kerdil Sulawesi.  Ukuran tubuhnya yang kecil, karena itu dalam bahas inggris disebut  sulawesi dwarf cuscus.

Warna tubuhnya cokelat pucat agak keputihan, kalau dilihat sekilas seperti ada totol-totol cokelat pada tubuhnya.

Panjang tubuhnya dari kepala 29–38 cm dan panjang ekornya 27–37cm, beratnya 1 kg atau kurang.

Ia memiliki mata berwarna agak kecoklatan dan berukuran cukup besar untuk membantu melihat pada malam hari.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2