Kurban Sehat di Masa Pandemi, Ini yang Perlu Diperhatikan!

Klikhijau.com – Kurban sehat di masa pandemi, jadi isu utama setiap sosialisasi yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) jelang pelaksanaan Idul Adha 1441 H. Dalam acara sosialisasi yang dig...

Kurban Sehat di Masa Pandemi, Ini yang Perlu Diperhatikan!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kurban sehat di masa pandemi, jadi isu utama setiap sosialisasi yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) jelang pelaksanaan Idul Adha 1441 H.

Dalam acara sosialisasi yang digelar Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) di Jakarta, Selasa 21 Juli 2020, Kementan berkomitmen memperkuat informasi mengenai pelaksanaan kurban di tengah pandemi covid-19.

Ditjen PKH, Kementan, I Ketut Diarmita menyampaikan, pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tahun ini akan sedikit berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pelaksanaan pada tahun ini berada di tengah pandemi covid-19 dengan mempertimbangkan situasi new normal.

Pada masa new normal ini, masyarakat Indonesia menurutnya harus patuh terhadap protokol kesehatan untuk melakukan tindakan pencegahan. Misalnya rajin cuci tangan pakai sabun, atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk/pakai masker, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"New normal ini dilakukan agar masyarakat tetap produktif dan aman dari Covid-19 di masa pandemi," ungkap Ketut.

Adaptasi new normal dalam pelaksanaan kegiatan kurban juga dituangkan dalam panduan Kementan tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19. Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 008/SE/PK.320/F/06/2020 tanggal 8 Juni 2020.

Secara garis besar, panduan ini mengatur tentang upaya penyesuaian terhadap pelaksanaan new normal dalam kegiatan penjualan hewan kurban dan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan-Ruminansia (RPH-R) maupun di luar RPH-R dengan memperhatikan faktor jaga jarak fisik (physical distancing), penerapan higiene personal, pemeriksaan kesehatan awal (screening) dan penerapan hygiene sanitasi.

"Dalam pelaksanaan kurban, kita tetap harus memperhatikan tiga hal pokok, yaitu kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan, proses penyembelihan hewan kurban, dan distribusi daging hewan kurban kepada mustahiq," jelas Ketut.

4 kriteria kurban yang baik

Supratikno, narasumber yang juga Kepala Tim Peneliti Penyembelihan Halal HSC IPB mengatakan bahwa ada empat (4) kriteria hewan kurban yang baik, yaitu: sehat, tidak cacat, tidak kurus, dan cukup umur.

"Persyaratan hewan sehat ini menjadi sangat penting mengingat banyak sekali penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis)," sambungnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2