Cerita dari Swiss-Belhotel Losari, Hotel Wisata Covid-19 di Makassar

Klikhijau.com – Swiss-Belhotel Losari, menjadi satu hotel wisata Covid-19 di Kota Makassar. Yah, hotel yang bersebelahan dengan pantai Losari ini jadi tempat isolasi Kasus Konfirmasi (bergejala dan ti...

Cerita dari Swiss-Belhotel Losari, Hotel Wisata Covid-19 di Makassar
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Swiss-Belhotel Losari, menjadi satu hotel wisata Covid-19 di Kota Makassar. Yah, hotel yang bersebelahan dengan pantai Losari ini jadi tempat isolasi Kasus Konfirmasi (bergejala dan tidak bergejala), dan Kontak Erat Covid-19 di Sulawesi Selatan.

Serem juga membayangkannya bukan? Namun, General Manager (GM) Swiss-Belhotel Losari, Wawan Setiawan meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan hal ini. Wawan memastikan hotelnya justru lebih aman.

Wawan mengaku bahwa saat ini para tamu umum hotel tetap berjalan normal dan baik. “Saya sebenarnya tidak khawatir, justru masyarakat harusnya lebih takut ke hotel-hotel lain karena tamu-tamu yang masuk sekarang dikhawatirkan OTG (Red: Kontak Erat),” kata Wawan, Selasa 21 Juli 2020.

Hotel Swissbell-Losari resmi sebagai salah satu hotel tempat karantina mulai Pertengahan April hingga 6 Juni 2020, tetapi diperpanjang sampai batas waktu tidak tertentu, mengikuti kondisi penyebaran Covid di Sulsel.

Meski, jadi lokus isolasi covid, Swiss-Belhotel tetap menerima tamu umum, tentu tamu-tamu yang mengerti tentang Covid-19. “Di hotel Swissbell, tamu malah bisa lebih tenang dan aman, kami punya tim medis dari Pemprov yang siaga," terangnya.

Aturan ketat yang super aman

Manajemen hotel Swiss-Belhotel menerapkan aturan sangat ketat demi keamanan pengunjung. Diantaranya, tempat registrasi terpisah dan pembatasan ruang gerak selama karantina terhapadap tamu-tamu Wisata Covid.

“Tidak ada kontak langsung dengan Karyawan hotel karena di depan pintu kamar telah difasilitasi dengan meja untuk menyimpan barang, baik makanan atau yang lain,” kata Wawan.

Tak hanya itu, setiap ada kegiatan di luar kamar selalu didampingi oleh pendamping dari Gugus Tugas. Jadi, tidak ada tamu-tamu yang dapat menggunakan fasilitas umum seperti restoran dan lainnnya, jika tidak ada kepentingan. Semua harus didampingi petugas.

“Intinya setiap tamu yang menginap benar-benar dikelola dengan baik oleh Team Gugus Tugas,” jelas Wawan.

Bisnis hotel anjlok selama pandemi

Dunia perhotelan menjadi bisnis yang paling terdampak dengan adanya pandemi. Hal ini karena adanya pembatasan sosial dan ditutupnya tempat-tempat rekreasi di semua tempat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2