Krisis Polusi Pola Transportasi Darat, Peta Jalan Dekarbonisasi Menuju Bebas Emisi 2060

Krisis Polusi Pola Transportasi Darat, Peta Jalan Dekarbonisasi Menuju Bebas Emisi 2060
Dekarbonisasi Transportasi Menjadi Langkah Kunci Mencapai Swasembada Energi dan Transportasi Berkelanjutan, - Foto: WRI
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Aroma asap knalpot dan kepulan debu tipis melayang saban hari di jalur-jalur logistik darat Indonesia, membawa material tak kasatmata yang mengancam nyawa. Di balik bising lalu lintas truk dan deru jutaan kendaraan bermotor, terdapat racun mikroskopis berupa partikulat halus (PM2.5) yang dihirup jutaan warga setiap detik.

Dampak ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) fosil di jalan raya kini bukan sekadar persoalan beban impor energi nasional, melainkan krisis ekologi dan kesehatan publik yang mematikan.

Berdasarkan laporan State of Global Air 2025 yang mengutip data Global Burden of Disease 2023, paparan PM2.5 di udara luar ruangan berkaitan erat dengan perkiraan 147.126 kematian prematur di Indonesia pada 2023. Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang terbesar racun udara ini, sekaligus menghasilkan sekitar 8% dari total emisi gas rumah kaca nasional.

Kerentanan ini kian diperparah oleh ketergantungan energi yang pincang. Data Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia (HEESI) 2024 mencatat bahwa 34% penjualan BBM nasional masih dipenuhi melalui impor. Di saat bersamaan, sektor transportasi menyedot hingga 36% dari total kebutuhan BBM nasional tersebut.

Truk Logistik dan Ketergantungan BBM Fosil

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan