KPH Bisa Jadi Solusi Permanen Mengatasi Karhutla Berbasis Tapak

Klikhijau.com –  Melibatkan  Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dalam mengatasi karhutla dianggap solusi yang baik. Apalagi Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono menyampaikan, telah dilaksanakan a...

KPH Bisa Jadi Solusi Permanen Mengatasi Karhutla Berbasis Tapak
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Soal SDM yang bekerja di KPH, Sutarmidji menegaskan agar diisi oleh tenaga profesional dan kompeten bidang kehutanan. Kalau bisa yang berasal dari lulusan fakultas kehutanan.

Gubernur Kalbar juga   mengusulkan kepada KLHK  dapat bersinergi dengan Kementerian Ristek Dikti. Tujuannya agar mahasiswa dari jurusan kehutanan dapat magang atau bekerja di resor KPH selama waktu tertentu sebagai pengganti tugas akhir skripsi di kampusnya.

Sutarmidji berharap melalui KPH seluruh potensi yang ada seperti tanaman buah, tanaman obat dan sumber pangan, akan menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Pangdam Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur  Rahmad menyatakan personilnya siap membantu pelaksanaan di lapangan. Menurutnya Satgas Karhutla Kodam Tanjungpura sampai hari ini telah memadamkan titik api sebanyak 879 titik dengan luasan areal 130 hektar. Kondisi ini dikatakan Muhammad Nur, jika bandingkan dengan karhutla tahun 2019, turunnya cukup signifikan.

“Kita berharap mudah-mudahan dengan program yang ada ditambah nanti dengan pembentukan resor di unit-unit KPH bisa menekan lagi tingkat karhutla yang terjadi”, tambahnya.

Kemarau lebih awal

Begitu juga dengan Wakapolda Kalbar Brigjen Imam Sugianto menyatakan kesiapan mendukung program KLHK dan Gubernur Kalbar. Utamanya dalam upaya pengendalian karhutla baik dari aspek pencegahan, pemadaman dan penegakan hukum.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau tahun 2020 secara umum normal. Namun di beberapa wilayah diprediksi lebih kering dari musim kemarau tahun 2019.

Puncak Musim Kemarau di daerah Rawan Karhutla di Pulau Sumatera seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan diprakirakan akan mengalami lebih awal yaitu mulai bulan Mei 2020, sedangkan untuk Pulau Kalimantan akan mengalami mulai Bulan Juli 2020.

Untuk itu, Bambang mengimbau untuk terus melakukan komunikasi yang intensif dalam kaitan pencegahan karhutla. Sehingga dengan komunikasi yang baik dan kerja bersama, karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Saya berharap ke depan sinergi penguatan resor KPH dan desa mandiri dapat menjadi kekuatan bersama mencegah karhutla”, pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2