Kopi Andalan yang Perlahan Punah di Kindang, Bulukumba
Klikhijau.com – Tak jauh dari jembatan Teko Bulukumba, jika dari arah Makassar. Silakan belok kiri. Ikuti saja jalannya, jangan belok kiri atau ke kanan bila menemukan jalan bercabang—terus saja, hing...
Klikhijau.com – Tak jauh dari jembatan Teko Bulukumba, jika dari arah Makassar. Silakan belok kiri. Ikuti saja jalannya, jangan belok kiri atau ke kanan bila menemukan jalan bercabang—terus saja, hingga kamu memasuki Kelurahan Borongrappoa, Kecamatan Kindang, Bulukumba.
Sebelum pasar Borongrappoa, ada gerbang di sebelah kanan, belok kananlah lalu telusuri saja jalannya. Jika kamu berkunjung pada tahun 90an hingga akhir tahun 2000. Perjalananmu akan dimanjakan oleh jejeran pohon kopi.
Pohon kopi yang dibicarakan ini, memiliki batang yang tinggi, bisa mencapai hingga 10 meter lebih. Cara memetik buahnya adalah dengan menggunakan pengait, masyarakat setempat menamainya pakkai.
Biasanya terbuat dari bambu betung yang kecil. Namanya kopi mere, barangkali kami akan garuk kepala karena bingung itu jenis kopi apa.
Kopi mere adalah andalan masyarakat Bulukumba, khususnya di Desa Kindang. Pada zaman Soeharto menjabat sebagai presiden di negeri ini, kopi mere menjadi komoditi prestisius warga.
[irp]
Namun, ketika harga cengkih melambung saat Bj Habibie menggantikan Soeharto menjadi presiden, banyak warga menebang pohon kopi mere-nya lalu menggantinya dengan pohon cengkih, yang harganya lebih menjanjikan.
Setiap kali saya pulang kampung ke Desa Kindang, saya selalu tercengang menyaksi kebun yang dulunya disesaki kopi mere berganti wajah jadi kebun cengkih.
Pohon-pohon besar yang menjadi pelindung kopi mere telah banyak yang tiada. Jika saja saya masih kecil, barangkali akan gembira karena pohon penghalang saat menaikkan layang-layang berkurang.
Beberapa hari yang lalu Klikhijau.com memuat berita tentang ancaman kepunahan kopi dengan judul Kabar Buruk, Kopi akan Punah.
Berita itu sepertinya akan benar-benar terbukti terhadap kopi mere di Desa Kindang. Ada beberapa faktor penyebab kopi mere akan mengalami kepunahan.
Dari pengamatan saya dan berdasarkan perbincangan dengan warga setempat, saya mengambil titik merah penyebab kopi mere terancam punah.
Masyarakat lebih senang membudiyakan kopi arabika yang dikenal dengan nama kopi bodo ketimbang kopi mere.
[irp]