Konsumsi Daging Kambing Pacu Tekanan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

Klikhijau.com - Suasana hari raya Idul Adha mungkin masih terasa ketika Sahabat hijau membuka kulkas dan mendapati stok daging (sapi atau kambing) masih sangat banyak. Hingga kebingungan mau diolah me...

Konsumsi Daging Kambing Pacu Tekanan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?
Bacakan Artikel

DK mengandung kolesterol sebanyak 76 mg persen. Sedangkan daging sapi, ikan, domba adalah 70 mg persen dan daging ayam yakni 60 mg persen.

Kandungan protein

Dalam porsi yang sama, total protein hewani per 100 gram daging kambing kurang lebih mencapai sekitar 20 gram. Sementara daging sapi 25 gram dan daging ayam 30 gram.
Kandungan lemak

Pada tiap gram, jika ditotalkan, kandungan lemak pada daging kambing hanya sekitar 2,3 gram. Ini pun masih jauh lebih sedikit dibanding daging sapi yang bisa mencapai 15 gram lemak ataupun ayam yang mengandung kurang lebih 7,5 gram lemak per 100 gram dagingnya.

Dengan sederet nutrisi kandungan daging kambing di atas, dr. Umar Zein, dkk dalam bukunya menyebutkan bahwa DK tetap lebih baik daripada daging sapi maupun daging ayam sehingga aman dikonsumsi oleh penderita hipertensi sekalipun.

Walau kandungan kolestrol, lemak dan kalorinya lebih rendah dari daging sapi atau ayam, DK tetaplah masuk dalam kategori daging merah yang memiliki kadar lemak tinggi.

Jika diolah dengan dengan menggunakan bahan yang mengandung kadar lemak yang tinggi pula, ini bisa menjadi bahaya bagi kesehatan.

Di Indonesia, DK kerap diolah menjadi gulai atau sajian lainnya yang menggunakan santan dan minyak. Selain itu, DK digoreng terlebih dahulu baru kemudian diolah lebih lanjut menjadi sebuah sajian.

Teknik atau olahan semacam ini dapat meningkatkan kadar lemak, kalori dan kolestrol yang berbahaya bagi kesehatan. Belum lagi tambahan aneka penyedap rasa atau bumbu seperti kecap, garam, dan penyedap rasa yang diketahui cenderung mengandung pengawet. Bahan-bahan inilah yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Cara memasak daging kambing

Cara memasak DK yang paling sehat adalah dengan metode ungkep atau rebus dalam waktu lama, presto, atau sous vide. Sous vide adalah metode masak dari Perancis, dimana daging dimasukkan ke dalam kantung kedap udara, lalu di panaskan di dalam air suhu rendah dalam waktu yang lama.

Ketiga cara di atas adalah metode yang paling sedikit membuang nutrisi yang ada di dalam DK. Meski begitu, tetap perlu dilihat lagi bahan-bahan pendampingnya.

Apabila Anda ingin menggunakan minyak, gunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun. Selain itu, batasi garam dan gula dalam memasak daging kambing. Untuk menambah rasa, Anda bisa gunakan banyak rempah-rempah, sehingga DK tetap sehat dan rasanya pun tetap nikmat saat dikonsumsi

Memasak DK dengan banyak sayuran juga akan membantu menambah manfaat dan menggantikan nutrisi yang hilang saat proses pemasakan.

Daging kambing pada dasarnya adalah daging yang sehat, jika cara mengolahnya juga diperhatikan. Sehingga, apabila Anda ingin menikmatinya, cukup lakukan modifikasi pada cara memasak dan memilih bahan pendamping yang lebih sehat.

Maka dari itu, untuk mengurang risiko penyakit yang tak diinginkan, sebaiknya mengonsumsi daging kambing dengan sewajarnya saja, Sahabat hijau!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2