Konsumsi Daging Kambing Pacu Tekanan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

Klikhijau.com - Suasana hari raya Idul Adha mungkin masih terasa ketika Sahabat hijau membuka kulkas dan mendapati stok daging (sapi atau kambing) masih sangat banyak. Hingga kebingungan mau diolah me...

Konsumsi Daging Kambing Pacu Tekanan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Suasana hari raya Idul Adha mungkin masih terasa ketika Sahabat hijau membuka kulkas dan mendapati stok daging (sapi atau kambing) masih sangat banyak. Hingga kebingungan mau diolah menjadi apa, pun kadang takut dengan risiko-risiko mengonsumsi daging banyak-banyak.

Di Indonesia, banyak orang yang beranggapan bahwa mengkonsumsi daging kambing (DK) dapat meningkatkan tekanan darah atau hipertensi. Anggapan tersebut pun membuat orang harus menahan diri untuk tidak memakan aneka olahan daging kambing karena khawatir berisiko tekanan darahnya naik.

Lantas, benarkah konsumsi daging kambing sebabkan tekanan darah tinggi?

Faktanya, dibanding dengan daging sapi, kalori dan lemak yang terkandung di DK ternyata lebih rendah.

Dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan; Memahami Gejala, Tanda dan Mitos (2019) karya Dr. dr. Umar Zein, DTM&H., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr. Emir El Newi, Sp.M, yang dikutip dari serambinews.com, setiap 100 gram DK mengandung sekitar 109 kalori.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding daging sapi yang mengandung sekitar 250 kalori dan daging ayam 196 kalori.

Kandungan kolestrol

Kandungan kolesterol yang terdapat pada DK ternyata lebih rendah ketimbang daging sapi atau daging ayam.

Dalam setiap 100 gram daging kambing, hanya mengandung kadar kolestrol sekitar 57 mg.

Sedangkan kadar kolesterol daging sapi sekitar 89 mg dan daging ayam 83 mg per 100 gramnya.

Berdasarkan buku Mengatasi Permasalahan Praktis Beternak Kambing (2015) karya Agus Susanto dan Maloedyn S., dijelaskan bahwa kandungan kolesterol DK ternyata hampir sama dengan daging sapi, domba, maupun ayam.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2