Komunitas Peduli Sungai Bengawan Solo Hilir Jalin Kolaborasi Atasi Sampah dan Banjir
Klikhijau.com - Komunitas Peduli Sungai (KPS) berkolaborasi dengan pemerintah dalam diskusi menangani sampah dan banjir di Bengawan Solo Hilir yang dilaksanakan Desa Meluwur, Kabupaten Lamongan. Se...
Klikhijau.com - Komunitas Peduli Sungai (KPS) berkolaborasi dengan pemerintah dalam diskusi menangani sampah dan banjir di Bengawan Solo Hilir yang dilaksanakan Desa Meluwur, Kabupaten Lamongan.
Sebanyak 80 peserta turut hadir dalam diskusi kolaboratif ini, melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas PU SDA Kabupaten Lamongan, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Desa Meluwur, Hanze University Netherlands, Universitas Islam Lamongan, dan KPS&KPW Bengawan Solo Hilir.
Diskusi ini bertujuan untuk menguatkan kolaborasi dalam menangani sampah dan banjir. Serta mendorong partisipasi aktif masyarakat maupun KPS dalam solusi ramah lingkungan dengan membangun kawasan merdeka sampah.
"Permasalahan utama di Bengawan Solo ini adalah banjir, sampah, dan eceng gondok," ucap Yosi selaku ketua Sekber Bengawan Solo Hilirdalam sambutannya, Senin (13/1/2025).
[irp]
Ketua Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan, Gunadi menyampaikan bahwa setidaknya ada 4 titik banjir yang ada di Lamongan, yaitu Kota Lamongan, Kota Babat, Pantura, dan Bengawan Jero.
"Dengan adanya 26 KPS yang ada di hilir Bengawan Solo bisa muncul secara sukarela untuk pengendalian banjir dan sampah,” ujarnya
Sementara Tonis Afrianto, Pegiat Zero Waste ECOTON menekankan pentingnya kawasan merdeka sampah sebagai salah satu solusi menangani banjir.
"Indonesia masih menghadapi permasalahan sampah yang hanya ditumpuk. Hanya 9,14% masyarakat yang memilah sampah. Seharusnya masalah sampah bisa dikelola dari rumah sehingga tidak ada yang buang sampah di sungai sebagai salah satu penyebab banjir," ujarnya.
[irp]