KLHK Beri Anugerah PROPER 2020, Perusahaan Dinilai Sukses Turunkan Emisi Karbon

Klikhijau.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan Anugerah PROPER Tahun 2020 kepada 32 perusahaan peringkat PROPER EMAS, di Jakarta, Senin 14 Desember 2020. Selain katego...

KLHK Beri Anugerah PROPER 2020, Perusahaan Dinilai Sukses Turunkan Emisi Karbon
Bacakan Artikel

[irp]

Angka-angka tersebut memiliki arti penting sebagai prestasi dunia usaha, sebagai wujud nyata partnership non state actor dalam pengendalian perubahan iklim.

Banyak data dan informasi kinerja pengelolaan dunia usaha yang dikumpulkan melalui mekanisme PROPER. Yang perlu dilakukan saat ini adalah mengolah informasi tersebut dan formulasi pengetahuan sumbangsih dunia usaha terhadap Knowledge Management Pengelolaan Lingkungan dapat untuk didokumentasikan dan dapat dipelajari dengan baik.

Forum-forum ilmiah perlu dilembagakan dimana para pihak menganalisa data kinerja industri dan mensintesakan secara ilmiah kontribusi dan kemajuan dunia usaha indonesia untuk menjawab isu-isu global seperti Green Industry, Sustainable Development Goals, penerapan Circular Economy, keberhasilan Sustainable Consumption, Social Innovation dan isu-isu lingkungan lainnya.

Untuk itu, Menteri Siti meminta untuk membangun makna dari capaian-capaian tersebut, guna menjawab tantangan dunia akan kondisi perubahan iklim.

"Dengan demikian, kekokohan posisi Indonesia dalam menjawab isu global tersebut akan terlihat jelas, dan mudah dikomunikasikan ke dunia internasional. Kita lawan itu antek asing soal perubahan iklim," tegasnya.

[irp]

Hasil evaluasi

Selanjutnya, hasil evaluasi menunjukkan potensi dunia usaha Indonesia untuk membangun kembali tata kehidupan “new normal” sangat besar. Sebanyak 172 perusahaan melaporkan keterlibatannya dalam penanganan bencana, dengan total anggaran mencapai Rp 346,1 Milyar. Masyarakat yang menikmati secara langsung sumbangsih dunia usaha ini mencapai 2.279.398 jiwa.

“Hasil evaluasi terhadap 2.038 perusahaan juga menunjukkan, meskipun dalam masa pandemi, kinerja perusahaan tetap cukup menggembirakan. Tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup mencapai 88%, lebih baik dari tahun 2019 sebesar 85 %. Kreatifitas dan inovasi perusahaan ternyata juga tidak terhalang oleh pandemi. Pada tahun ini tercatat 806 inovasi yang dihasilkan oleh perusahaan, meningkat 2% dari tahun sebelumnya. Hasil inovasi ini mampu menghemat anggaran sebesar 107,13 trilyun,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menteri Siti mengatakan, berdasarkan hasil kerja dan keputusan Dewan Pertimbangan Proper dari tahun ke tahun juga dapat diperoleh pemetaan kepemimpinan perusahaan. Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan memberikan penghargaan kepada pimpinan perusahaan yang memenuhi kriteria Green Leadership.

“Selain membawa perubahan di lingkungan karyawannya dan masyarakat sekitar, kita juga berharap Green Leader ini mampu menjadi corong dunia usaha Indonesia dalam forum-forum lingkungan Internasional. Pada kesempatan ini juga, saya meminta kepada Dewan Pertimbangan Proper untuk green leadership korporat,” kata Menteri Siti.

[irp]

Perusahaan peraih PROPER 2020

Penilaian PROPER periode 2019 – 2020 diikuti sebanyak 2.038 perusahaan. Berdasarkan evaluasi Tim Teknis dan pertimbangan Dewan Pertimbangan PROPER, ditetapkan peraih peringkat EMAS sebanyak 32 perusahaan, HIJAU 125 perusahaan, BIRU 1.629 perusahaan, MERAH 233 perusahaan, HITAM 2 perusahaan, dan 16 perusahaan tidak masuk peringkat karena tidak beroperasi, 1 perusahaan sedang dalam penegakan hukum.

Peserta PROPER tahun ini terdiri dari 972 agroindustri, 584 Manufaktur Prasarana Jasa, dan 482 Pertambangan Energi Migas.

Perusahaan peraih peringkat EMAS Tahun 2020 yaitu:


  1. Pertamina EP Asset 1 - Field Rantau;

  2. Tirta Investama Mambal;

  3. Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, Unit Pesanggaran;

  4. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional IV Fuel Terminal Rewulu;

  5. Polytama Propindo;

  6. Bio Farma (Persero);

  7. Pertamina EP Asset 3 - Tambun Field;

  8. Pertamina EP Asset 3 - Subang Field;

  9. Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Kilang Balongan;

  10. Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan Kamojang Unit PLTP Darajat;

  11. Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang;

  12. Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd.;

  13. Star Energy Geothermal Salak, Ltd.;

  14. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul;

  15. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional IV Fuel Terminal Boyolali;

  16. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional IV Fuel Terminal Maos;

  17. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Kilang Cilacap;

  18. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara;

  19. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO);

  20. Pertamina Gas Area Jawa Bagian Timur;

  21. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional V Fuel Terminal Tanjung Wangi;

  22. PJB Unit Pembangkitan Gresik;

  23. Adaro Indonesia;

  24. Badak NGL;

  25. Pupuk Kalimantan Timur;

  26. Kideco Jaya Agung;

  27. Kaltim Prima Coal;

  28. Sahabat Mewah dan Makmur;

  29. Bukit Asam, Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan;

  30. Pertamina (Persero) Refinery Unit II Kilang Sei Pakning;

  31. JOB Pertamina - Medco E&P Tomori;

  32. Pertamina Hulu Energi Jambi Merang.


Adapun Perusahaan yang masuk peringkat HITAM yaitu PT. Indonesia Riau Sri Avantika (tambang batubara) dan PT Kusuma Mulia Unit Karanganyar (tekstil).

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2