Kisah Polisi Kehutanan yang Menyelamatkan Seekor Anoa dari Kematian
Klikhijau.com – Elfardo Galyeri Bulo melihat seekor anoa dataran tinggi (Bubalus quarlesi) itu secara tak sengaja. Saat ia sedang menghadiri upacara adat pemakaman keluarga di Museum Ne' Gandeng, Desa...
Klikhijau.com – Elfardo Galyeri Bulo melihat seekor anoa dataran tinggi (Bubalus quarlesi) itu secara tak sengaja. Saat ia sedang menghadiri upacara adat pemakaman keluarga di Museum Ne' Gandeng, Desa Malakiri, Lembang Palangi, Kec. Balusu, Kabupaten Toraja Utara, 10 Januari 2025.
Anoa tersebut berada di antara hewan yang akan disembelih pada upacara adat itu. Ketika Elfardo melihatnya, ia menyadari bahwa anoa adalah satwa endemik Sulawesi yang dilindungi.
Karenanya, dengan sigap dia memberikan penjelasan kepada pihak keluarga mengenai status anoa sebagai satwa liar yang dilindungi Undang Undang, sehingga penyembelihan satwa tersebut merupakan pelanggaran hukum.
Berkat pemahaman yang diberikan oleh Elfardo, yang merupakan polisi kehutanan itu, pihak keluarga yang akan melakukan upacara adat akhirnya bersepakat menyerahkan anoa tersebut secara sukarela kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel.
[irp]
Setelah mendapat laporan tentang penyerahan anoa, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Bidang Wilayah I Palopo segera berangkat menuju lokasi keberadaan satwa tersebut untuk melakukan evakuasi.
Setelah diserahkan, Tim WRU Bidang Wilayah I Palopo melakukan evakuasi anoa yang merupakan spesies endemik Sulawesi untuk selanjutnya dibawa ke kandang transit satwa di Kantor Bidang Wilayah I Palopo. Tim WRU dipimpin oleh Kepala Resor Nanggala III bersama personil Polisi Kehutanan Bidang Wilayah I Palopo.
[irp]