Kiacret (Spathodea Campanulata), Tanaman Paling Invasi yang Kaya Manfaat

Klikhijau.com - Kiacret (Spathodea campanulata) sangat mudah terlihat dan dikenali meski dari jauh. Bunganya  yang berwarna cerah adalah penandanya. Warna bunganya itu, jika terlihat dari jauh berwarn...

Kiacret (Spathodea Campanulata), Tanaman Paling Invasi yang Kaya Manfaat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kiacret (Spathodea campanulata) sangat mudah terlihat dan dikenali meski dari jauh. Bunganya  yang berwarna cerah adalah penandanya. Warna bunganya itu, jika terlihat dari jauh berwarna merah. Namun, saat dekat terlihat orange (jingga). Tepatnya merah-orange.

Pohonnya yang bisa tumbuh menjulang hingga 20 meter, sehingga memudahkan siapa saja dapat melihat bunganya dari jauh. Bunganya terlihat memesona. Meski begitu, nyaris tak ada yang membudidayakan tanaman ini.

Buahnyaberisi air. Buahnya itu acap dijadikan mainan oleh anak-anak kampung, disemprotkan ke mana saja, kadang ke arah kawannya.

Cara menyemprotkannya cukup tekan saja, maka bagian ujung dari buahnya akan mengeluarkan air, seperti orang kencing. Bisa jadi karena itulah, tanaman ini disebut pula pohon muncrat.

Selain dinamai pohon muncrat, di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tanaman ini dinamai pacco'-pacco.  Pacco dalam bahasa Konjo artinya menekan dengan jari hingga keluar isinya.

Nama lain yang disandang dari pohon yang menyukai tumbuh di tepi sungai ini adalah pohon hujan. Dinamai pohon hujan karena saat berjalan dibawahnya, akan terasa turun hujan.

Di Jawa tanaman ini dinamai pohon crut-crutan, sementara dalam bahasa Inggris dinamai  African tulip, karena mirip dengan bunga tulip.

Tanaman paling invasi

Tanaman yang dikenal paling invasi di dunia ini berasal dari Afrika. Ia menghasilkan buah yang mengandung ratusan biji. Jumlah bijinya yang banyak itu memungkinkannya menyebarkan dengan cepat.

Pohon ini juga mengandung nektar yang dapat mengundang burung kolibri, sayangnya lebah tak menyukainya karena  mengandung  racun bagi lebah.

Saking invasinya, maka di kepulauan Fiji tanaman ini banyak dimusnahkan karena pertumbuhannya yang terlalu cepat, sehingga mengalahkan tanaman asli negara kepulauan tersebut.

Tanaman ini adalah tanaman yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2