Ketika Menteri Siti Terbang ke Lampung Selatan karena Siti

Klikhijau.com –  Kunjungan Siti Nurbaya ke Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Bukanlah kunjungan atau perjalanan liburan. Ia rela terbang dari Jakarta  untuk meninjau langsung upaya penegakan hukum di...

Ketika Menteri Siti Terbang ke Lampung Selatan karena  Siti
Bacakan Artikel

Petugas pun bergerak cepat. Semua awak bus diamankan. Mereka  dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, supir dan kernet bus ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik KSKP.

Penetapan  supir dan kernet bus menjadi gerbang  masuknya kasus tersebut ke dalam proses hukum di tingkat penyidikan.

Dengan demikian,  penyidik memiliki wewenang  melakukan upaya paksa, yakni penyitaan dan penggeledahan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), hingga melakukan pengembangan kasusnya.

Lalu pada  tanggal 30 April 2021, sekitar Pukul 21.00 penyidik Polres Lampung Selatan, berhasil mengamankan seseorang yang diduga penjual orangutan yang beralamat di Kota Medan, Sumatera Utara.

Pelaku penyelundupan tersebut, diduga bukanlah orang baru, tapi pemain lama dalam lingkaran  perdagangan orangutan.

Hanya saja ia bisa melakukan aksinya karena   belum pernah benar-benar tertangkap dan diproses hukum.

Untuk memutus mata rantai perdagangan orangutan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku. Gunanya  untuk mendapatkan informasi  agar bisa  membongkar jaringannya dari hulu sampai ke hilir.

Menerima penghargaan

Sebagaimana disinggung di atas. Upaya penyelamatan orangutan tersebut  membuat Siti Nurbaya mengganjar penghargaan  Kepolisian Resor Lampung Selatan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, serta Jaringan Satwa Indonesia - Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Pada kesempatan itu pula, Siti menegaskan bahwa Kementerian LHK akan mendukung sepenuhnya upaya penegakan hukum yang tengah dilakukan Polres Lampung Selatan

Tidak berhenti di situ, Siti juga   memerintahkan Dirjen KSDAE menelusuri asal Siti dan Sudin. Gunanya agar dapat segera ditentukan di wilayah mana keduanya   akan menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya.

"Orangutan merupakan salah satu mamalia besar di dunia selain gajah, badak dan harimau yang hidup di Indonesia, ditambah komodo dan anoa. Kita menyebutnya sebagai Flagship Species. Pada dasarnya terdapat 25 spesies prioritas yang kita perhatikan, termasuk bagaimana caranya agar populasinya di alam dapat kita tingkatkan," ungkap Menteri Siti.

Keberadaan satwa seperti orangutan dan sebagainya, menurut Siti sangat penting sebagai indikator keberhasilan pembangunan di Indonesia.

"Terjaganya satwa-satwa dalam habitatnya menjadi ukuran keberhasilan pembangunan di Indonesia, ini yang kita jaga," jelasnya.

Sedangkan menurut Wiratno  orangutan memiliki peran yang besar, sebab  menjadi satwa yang dapat merehabilitasi hutan, jangkauan jelajah orangutan adalah seluas 5 km persegi. Sepanjang jelajahnya tersebut, orangutan memakan buah-buahan dan biji yang dibuangnya dapat menumbuhkan pohon baru.

"Orangutan itu satwa kebanggaan kita. Kejahatan perdagangan satwa liar sangat memprihatinkan. Kita akan terus menguatkan kerja sama dengan kepolisian dan pihak-pihak lain untuk memberantas kejahatan luar biasa ini," terangnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2