Temukan Alasan Sederhana Ini untuk Tak Beli Baju Lebaran!

Klikhijau.com – Sudah beli baju lebaran? Yah, pertanyaan ini seolah menghantui kita jelang lebaran. Entah ini sudah jadi budaya dan gaya hidup, namun membeli baju baru di fase terakhir ramadan seakan...

Temukan Alasan Sederhana Ini untuk Tak Beli Baju Lebaran!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sudah beli baju lebaran? Yah, pertanyaan ini seolah menghantui kita jelang lebaran. Entah ini sudah jadi budaya dan gaya hidup, namun membeli baju baru di fase terakhir ramadan seakan wajib bagi banyak orang.

Bahkan sejak kecil, dalam ingatan kita, lebaran memang sudah identik dengan baju baru. Itulah sepertinya yang membuat mal, pasar, dan toko pakaian senantiasa ramai dan berdesak-desakan demi melayani pembeli yang membludak.

Namun, apakah selalu harus membeli baju baru? Sebenarnya tidak juga. Sebab momen lebaran sejatinya memang bukan untuk pamer pakaian, tetapi lebih untuk merayakan kemenangan setelah puasa dan menguatkan silaturrahmi.

Jadi, tak ada salahnya mulai merenungkan ulang kebiasaan ini dengan lebih ke cara berpikir yang subtantif. Lalu, mulailah membuka-buka isi lemari dan coba temukan pakaian di sana yang mungkin masih sangat layak untuk dipakai.

Yah, kebanyakan kita punya kebiasaan mengoleksi pakaian dan ini membuat selalu ada pakaian di lemari yang jarang terpakai. Di antara pakaian-pakaian tersebut, boleh jadi ada yang menarik untuk dipakai lagi di momen lebaran kali ini.

Dikutip dari Go Green Drop, inilah beberapa alasan rasional untuk tidak membeli baju baru lebaran:



  • Mengurangi limbah tekstil



Patut dipahami bahwa limbah yang dihasilkan dari produksi tekstil sangatlah besar dan berisiko mencemari lingkungan. Hal ini tidak seimbang dengan kapasitas daur ulang yang bisa dilakukan. Jadi, limbah tekstil tak seperti limbah plastik yang mudah didaur ulang.

Dengan memahami hal ini, harapannya kita sama-sama memaksimalkan pakaian yang ada sejauh masih layak pakai. Pakaian yang tidak cocok lagi mungkin bisa diwakafkan pada yang membutuhkan. Sementara yang telah rusak dapat diperbaiki lagi agar masih tetap layak pakai.



  • Mengurangi gas pemicu efek rumah kaca



Umumnya, limbah pakaian terbuang begitu saja di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Faktanya, sangat minim oksigen dan material organik di TPA untuk mengurainya sebagai kompos. Hal ini yang menyebabkan komposisi sampah pakaian akan terurai dengan proses degradasi anaerob yang menghasilkan gas metana.

Untuk diketahui bahwa gas metana inilah yang kemudian terperangkap di atmosfer dan berpotensi merusak lapisan ozon.



  • Mencegah sampah masuk TPA



Ada ribuan ton sampah yang menyesaki hampir semua TPA di kota-kota di Indonesia. Ada sebagian diantaranya adalah sampah pakaian. Jadi, dengan memakai kembali pakaian yang masih layak, kita berkontribusi pada timbulan sampah di TPA.


  • Mengurangi konsumerisme



Budaya konsumerisme memang sedang mewarnai minset banyak orang. Tanpa disadari kita kadang tergoda oleh rayuan diskon di mana-mana jelang lebaran. Ambisi untuk mengoleksi pakaian pun seolah jadi harapan tersendiri. Nyatanya, kita tidak memerlukan pakaian berlebihan untuk aktivitas keseharian.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2