Kertas Pembungkus Makanan Mengandung Racun?

Klikhijau.com - Di depan rumah kekasih, biasa mangkal penjual nasi kuning. Biasanya jika saya membeli, saya membawa piring sediri. Alasannya sederhana, mencoba mengurangi penggunaan kantong plastik se...

Kertas Pembungkus Makanan Mengandung Racun?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Di depan rumah kekasih, biasa mangkal penjual nasi kuning. Biasanya jika saya membeli, saya membawa piring sediri. Alasannya sederhana, mencoba mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Jika tak sempat membawa piring, biasanya nasi kuning yang saya beli akan dibungkus dengan kertas berwarna cokelat, dan saya tetap menolak memakai kantong plastik.

Namun, jika membeli masakan lain, semisal sayur atau ikan. Saya selalu kesulitan menolak menggunakan kantong plastik.

Sudah sangat umum terjadi , membeli nasi kuning atau masakan lain pembungkus yang kerap digunakan adalah kertas berwarna cokelat serta plastik transparan.

Nah, masalahnya bukan pada makanan yang kita beli. Menurut artikel yang dieditori Sri Anindiati Nursastri di Kompas.com, dua hal ini memang lumrah digunakan sebagai pembungkus makanan.

Namun, pakar toksikologi kimia mengatakan kedua pembungkus tersebut mengandung racun terutama jika kita terpapar dalam jangka waktu yang lama.

Dr. rer. nat (doktor ilmu sains) Budiawan mengungkapkan, kertas berwarna cokelat untuk pembungkus, biasanya bungkus nasi, dilapisi oleh sebuah lapisan plastik supaya tidak mudah bocor. Lapisan itulah yang berbahaya.

"Petalite yang membuat plastik tersebut menjadi elastis," tuturnya.

Menurutnya, senyawa yang terkandung di dalam plastik pelapis kertas cokelat itu, antara lain Bisphenol A dan Petalite. Kedua senyawa tersebut sebetulnya umum ditemukan.

Senyawa-senyawa tersebut akan dilepaskan jika makanan yang dibungkus bersuhu panas, bersifat asam, atau berlemak

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2