Kembang Merak, Tanaman yang Menawarkan Keindahan Sepanjang Tahun
Klikhijau.com – Kembang merak memiliki keindahan bunga yang memukau. Tidak hanya satu warna, tapi lebih dari satu. Bunganya menyebar memiliki warna kombinasi oranye, kuning dan merah, atau merah m...
Klikhijau.com – Kembang merak memiliki keindahan bunga yang memukau. Tidak hanya satu warna, tapi lebih dari satu.
Bunganya menyebar memiliki warna kombinasi oranye, kuning dan merah, atau merah muda, dan kuning, dengan benang sari dan putik panjang.
Tanaman bernama ilmiah Caesalpinia pulcherrima ini adalah tanaman perdu berpohon kecil, tegak,berduri. Di Indonesia keindahan bunganya dapat dinikmati sepanjang tahun.
Kembang merak termasuk spesies dari genus Caesalpinia. Genus ini terdiri lebih dari 500 spesies. Di mana sebagian besar dari spesiesnya merupakan tanaman endemik.
[irp]
Meski banyak tumbuh di Indonesia, kembang merak ini bukanlah tanaman asli Indonesia. Ia merupakan tanaman asli daratan tropis dan subtropis Amerika.
Karena memiliki keindahan bunga yang memikat, tanaman ini dikenal luas sebagai tanaman hias. Kelopak bunganya menyebar dan dapat memanjakan mata.
Dalam proses pertumbuhannya, tanaman ini dapat tumbuh setinggi 3 hingga 6 meter dan dengan penyebaran 2 hingga 4 meter.
Saat dewasa, batangnya akan berubah menjadi coklat keabu-abuan dan menjadi lebih berkayu, ditutupi dengan duri, pada bagian pangkal batang terlihat membengkak.
Bentuk daunnya lancip dengan panjang 20 hingga 40 cm. Ada satu kelopak yang dimodifikasi yang lebih kecil dari 4 kelopak lainnya, struktur bunganya berbentuk terminal, yakni kelopak bunganya tumbuh pada satu tangkai bunga.
[irp]
Tanaman ini termasuk mudah dibudidayakan, sebab dapat tumbuh pada semua jenis tanah, baik itu tanah liat, pasir, tanah asam atau basa dan tanah lempung.
Selain itu, tanaman ini juga terkenal tangguh, dapat bertahan terhadap kekeringan. Namun, tidak tahan menghadapi banjir.
Meskipun dapat bertumbuh pada tempat yang teduh, namun tetap membutuhkan sinar matahari untuk berbunga. Proses perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji (Pankaj et al., 2011).
Khusus untuk bunganya, menurut Wahdina (2017), karakter bunga dan perbungaannya berbeda nyata antara kembang merak jingga, kuning, dan merah untuk jumlah tandan bunga per pohon, jumlah bunga dan polong per tandan, jumlah biji per polong, panjang tandan, dan panjang tangkai bunga. Jumlah bunga mekar dan jumlah polong masak tidak berbeda nyata pada ketiga warna bunga pada tanaman ini.
[irp]