Walisongo, Tanaman yang Menawarkan Keindahan Sekaligus Keunikan pada Daunnya
Klikhijau.com - Tutup matamu! Bayangkan warna putih, kuning gading (krem), dan hijau tua bertemu pada selembar daun. Ketiganya bukan bercampur menjadi satu, tapi masing-masing mengambil tempat pada se...
Klikhijau.com - Tutup matamu! Bayangkan warna putih, kuning gading (krem), dan hijau tua bertemu pada selembar daun. Ketiganya bukan bercampur menjadi satu, tapi masing-masing mengambil tempat pada selembar daun yang berukuran kecil.
Ketiganya seolah berlomba menempati daun itu. Putih dan krem seakan tak memiliki tempat. Jadi, keduanya menyatu sehingga menghadirkan warna yang unik (selanjutnya penyatuan dua warna itu kita sebut saja warna krem). Kedua warna itu melawan warna hijau tua.
Apa yang terjadi kemudian dari perebutan ruang itu? Yang terjadi adalah kelahiran corak yang eksotis. Memanjakan mata. Melahirkan visual yang memukau.
[irp]
Setelah putih dan krem menyatu jadi satu, jadinya hanya dua warna yang berebutan ruang. Namun, mereka tidak saling merecoki. Keduanya membagi tugas mengisi selembar daun. Jika warna krem menempati sebelah kiri, maka warna hijau tua menempati sayap kanan. Atau kadang, kedua warna itu seolah berebutan menempati sisi tertentu, sehingga coraknya tidak beraturan.
Ketika melihatnya, kadang warna krem mendapat tempat sedikit saja, seperti sebuah tanda baca, titik, koma atau terkadang seperti lingkaran. Atau kadang-kadang mengepung warna hijau, bahkan kadang warna hijau tidak mendapatkan ruang.
Terkadang pula, warna hijau tidak memberi kesempatan pada si krem untuk menempati daun. Perpaduan keduanya memberi pesona yang indah pada tanaman yang bernama walisongo itu.
Tanaman ini, kerap dijadikan tanaman hias atau bahkan tanaman pagar hidup. Rantingnya akan saling bertaut satu sama lain, sehingga akan sulit untuk diterobos. Sedangkan akarnya akan menancap tajam ke dalam tanah. Mencengkeramnya.
[irp]
Saat mulai tumbuh dan akarnya mencengkram tanah, akan sangat sulit mencabutnya. Saya pernah mencoba melakukannya. Namun, gagal. Padahal saya telah menggunakan parang dan linggis. Perakaran yang kuat itu, memungkinkan tanaman ini cocok sebagai pencegah longsor.