Mencari Solusi Mencegah Banjir karena Perubahan Iklim
Klikhijau.com - Perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan badai hujan. Semakin tinggi instensitas hujan, akan semakin besar pula peluang terjadinya banjir dan benc...
Klikhijau.com - Perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan badai hujan. Semakin tinggi instensitas hujan, akan semakin besar pula peluang terjadinya banjir dan bencana lainnya.
Sekarang ini, ancaman banjir tidak pernah gagal mengintai, khususnya daerah perkotaan. Padatnya penduduk dan bangunan jadi salah satu penyebabnya.
Ketika perubahan iklim terus meningkat, maka ancaman, khususnya banjir juga akan meningkat. Karena itu perlu pemerintah atau perencanaan kota harus terus mencari cara inovatif demi mencegah banjir yang disebabkan oleh hujan lebat.
Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Cincinnati bekerja sama dengan Distrik Konservasi Kabupaten Hamilton mengungkapkan, banjir perkotaan secara tidak proporsional berdampak pada penduduk berpenghasilan rendah. Mereka ini kekurangan sumber daya untuk pulih dengan cepat dari bencana.
[irp]
Profesor Lin Liu, salah satu penulis studi dan salah satu direktur UC's Joint Center of GIS and Spatial Analysis menguraikan bahwa pemanasan global dan urban sprawl telah berkontribusi pada cuaca ekstrim. Ditambah dengan efek panas perkotaan, banyak kota metropolitan mengalami peristiwa curah hujan yang lebih ekstrim.
“Akibatnya, banjir perkotaan telah menjadi ancaman yang meningkat terhadap hilangnya nyawa manusia dan kerusakan harta benda di banyak kota di seluruh dunia,” ungkapnya seperti dinukil dari Earth
Sementara itu, Man Qi, seorang mahasiswa doktoral di UC College of Arts and Sciences yang memimpin penelitian tersebut mengatakan, Dia pernah mengalami kenyataan banjir perkotaan secara langsung pada tahun 2021. Saat itu rumah saudara perempuannya di Kota Zhengzhou, China mengalami kebanjiran.
“Bencana tersebut mempengaruhi lebih dari 10 juta orang, menewaskan hampir 400 orang dan menyebabkan kerusakan properti senilai $10 miliar,” bebernya sebagaimana dikutip dari Earth.
[irp]
Dia juga mengungkapkan bahwa intens hujan lebat dapat menggenangi jaringan yang dirancang untuk mencegah banjir, dan kapasitas jaringan drainase bisa gagal karena mereka tidak dapat menahan air hujan sebanyak
Untuk mencegah agar bencana banjir tidak lagi terjadi, Man Qi bersama peneliti lainnya kemudian melakukan penelitian, mereka menemukan solusi berupa:
-
Membuat lubang sederhana di tanah
-
Sel bioretensi
-
Membuat perencanaan drainase
-
Membuat tempat penampungan